Breaking News:

Corona Sumbar

Rencana Karantina Lokal Sumbar, Wagub: Tutup Akses Masuk, Warga dari Zona Merah Dilarang Mudik

Hari ini kita putuskan, kalau memang disetop semua, kapan kita mau karantina lokal. Kalau Senin mulai, gak da lagi orang yang masuk mulai Senin

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
TribunPadang.com/RizkaDesriYusfita
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit. (Batik hijau) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sebanyak 21 TKI dari Malaysia dikabarkan sudah tiba di pelabuhan Dumai setelah transit di Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau.

Di antara para TKI tersebut dilaporkan ada yang berasal dari Sumatera Barat (Sumbar).

Kisah Sejoli di Padang Harus Cabut Berkas Nikah Gara-gara Corona Mewabah, Pindahkan Lokasi Akad

5 TKI dari Malaysia Pulang ke Sumbar, Gubernur: Sudah Terdeteksi, Kita Hubungi Otoritas di Dumai

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit membenarkan hal itu.

"Kalau masuk semua ke Indonesia iya, bisa jadi, tapi yang masuk ke Sumbar aja yang kita hitung," sebut Nasrul Abit kepada wartawan di kantornya, Sabtu (28/3/2020).

"Sekarang mau kita rapatkan, besok mau pulangnya," tambah dia.

Besok, kata Nasrul Abit akan dihentikan semua di situ (wilayah perbatasan).

"Hari ini kita putuskan, kalau memang disetop semua, kapan kita mau karantina lokal. Kalau Senin mulai, gak da lagi orang yang masuk mulai Senin ke Sumbar," tegas Politisi Gerindra ini.

Nasrul Abit menyatakan pihaknya akan memutuskan karantina lokal.

Jenazah Pasien Covid-19 di Kota Padang, Dikafani dan Solatkan di Semen Padang Hospital

Gubernur Irwan Prayitno Sebut Sumatera Barat Sudah Lakukan Semi Lockdown, Pengetatan Orang Masuk

Selain menutup akses masuk, warga dari zona merah juga dilarang mudik.

Keputusan itu diambil setelah 7 warga Sumbar dinyatakan positif corona.

"Kalau barang boleh masuk. Kalau orang gak boleh masuk, gitu caranya, kalau gak, gak aman Sumbar ini," jelas Nasrul Abit.

Apalagi tambah orang nomor dua di Sumbar ini, kasus Covid-19 di Sumbar terus meningkat.

Tentu, katanya, langkah-langkah harus dipikirkan.

Umpamanya kalau negatif bagaimana, positif bagaimana, berapa ruangan yang akan disiapkan.

"Makanya Unand diminta segera melakukan pemeriksaan," ucap Nasrul Abit.(*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved