Tingkat Kematian Karena Covid-19 Menurun, Mulyadi Berikan Apresiasi

ANGGOTA DPR RI Mulyadi mengapresiasi pemerintah Indonesia dan seluruh barisan garda terdepan penanganan virus Covid-19 (corona).

Istimewa
Anggota DPR RI Mulyadi 

ANGGOTA DPR RI Mulyadi mengapresiasi pemerintah Indonesia dan seluruh barisan garda terdepan penanganan virus Covid-19 (corona) karena telah berhasil menurunkan case fatality rate (CFR) atau tingkat kematian sebesar 1.99 persen. Sebelumnya diberitakan diberbagai media, tingkat kematian virus corona di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dengan angka 9.33 persen.

Namun kini angka tersebut telah berkurang menjadi 7.34 persen. Angka tingkat kematian tersebut membuat Indonesia tidak lagi berada di peringkat teratas dari negara-negara lainnya yang terdampak virus corona.

"Saya sangat mengapresiasi sekali bahwa negara kita tidak lagi sebagai negara yang memiliki tingkat kematian virus corona tertinggi di dunia. Penurunan angka ini tidak lepas dari peran seluruh elemen masyarakat terutama mereka yang berjuang di garis depan yakni para tenaga medis," tutur Mulyadi.

"Tenaga medis kita berjuang tidak kenal lelah untuk terus berjibaku dengan virus ini, pengorbanan yang mereka lakukan sangat luar biasa untuk masyarakat kita. Kita doakan semoga mereka semua diberikan kesehatan dan perlindungan dari Allah SWT," imbuhnya.

Calon Gubernur (Cagub) Sumbar Mulyadi juga mengatakan penurunan angka tingkat kematian tersebut harus bisa kita tekan bersama. Ia mendorong pemerintah untuk menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk menangani virus corona. Terutama untuk para tenaga medis yang merupakan garda terdepan perang melawan virus tersebut.

"Sembari menunggu ditemukannya obat atau vaksin untuk membasmi virus corona ini, pemerintah saya imbau agar terus mendukung secara penuh tenaga medis kita karena merekalan garda terdepan kita, jangan sampai mereka tumbang karena kurangnya dukungan kita," tutur Mulyadi.

Tak hanya itu, Anggota Komisi III DPR RI Mulyadi juga mengimbau agar masyarakat mengikuti seluruh protokol pencegahan penyebaran virus corona yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Mulai dari menjaga jarak sosial, menjaga kebersihan dan imunitas badan dan mengenakan masker bila sedang sakit.

Lebih baik lagi, ia mengatakan, masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di luar rumah dihimbau agar tidak keluar.

"Angka ini harus kita jaga bersama, peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan. Masyarakat dihimbau agar membatasi kegiatan di luar rumah, bila harus keluar ikuti protokol pencegahan yang telah dikeluarkan," ujarnya.

Selain itu, Mulyadi mengajak masyarakat lebih giat dalam beribadah. Menurutnya ibadah juga dapat menjaga ketenangan pikiran agar tidak berpikiran negatif yang berlebihan yang berpotensi menurunkan imunitas tubuh.

"Ibadah harus tetap kita jaga, dengan beribadah pikiran serta hati akan menjadi lebih tenang. Kita juga harus memperbanyak doa kita kepada Allah SWT agar selalu diberikan kesehatan dan perlindungan dari pandemi ini. Insya Allah pandemi ini akan kita lewati dalam waktu singkat," pungkas Mulyadi.

Sebagai informasi, data pemerintah pusat per tanggal 25 Maret, jumlah kasus positif corona berjumlah 790. Sedangkan pasien yang masih dirawat berjumlah 701 dan pasien sembuh berjumlah 31.

Pasien meninggal dikarenakan corona berjumlah 58. Dengan demikian persentase tingkat kematian di Indonesia karena virus corona menjadi 7.34 persen. (*/adv)

Editor: Saridal Maijar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved