Breaking News:

Sumbar Tanggap Darurat Corona

VIDEO 14 Kabupaten Kota di Sumbar Putuskan Siswa Belajar di Rumah, Guru Diminta Siapkan Tugas

Sebanyak 14 kabupaten dan kota di Sumbar telah memutuskan untuk meliburkan kegiatan siswa di sekolah.

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sebanyak 14 kabupaten dan kota di Sumbar telah memutuskan untuk meliburkan kegiatan siswa di sekolah.

Siswa kini menjalani kegiatan belajar di rumah masing-masing.

Hal itu untuk mengantisipasi siswanya terpapar virus corona atau covid-19.

Menkes Beri Izin Lab Biomedik FK Unand Diagnosa Covid-19, Gubernur: Tunggu Reagen dari Korea

"Kita tidak ingin menggunakan kata 'meliburkan', tetapi menyebutnya memindahkan proses belajar dari sekolah ke rumah."

"Karena mereka di rumah tetap belajar bahkan sesuai dengan jam belajarnya di sekolah," terang Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Kamis (19/3/2020).

Kendati demikian, guru-guru diminta menyiapkan semua tugas-tugas termasuk bahan bacaan dengan rinci.

Irwan Prayitno menambahkan, jika selesai dikerjakan tugas-tugas itu harus dilaporkan kepada guru masing-masing.

Cegah Penyebaran Covid-19, SLTP Hingga Paud di Padang Diliburkan, Sejumlah Siswa Tampak Berkeliaran

"Kalau siswa SD dan SMP yang tidak punya alat ya dikerjakan di kertas, nanti didokumentasikan dalam bentuk foto oleh orang tuanya pada malam hari."

"Orang tua mengirim tugas tersebut kepada guru via WhatsApp," jelas Irwan Prayitno.

Kemudian jika di rumah siswa itu tersambung sistem online atau daring dan fasilitas lainnya, bisa langsung di bantu orang tua untuk mengirimkannya.

Hal itu dilakukan mengingat masih ada siswa SD maupun SMP yang tidak mengerti jika mengirim tugas via whatsapp tersebut.

Mulai Hari Ini, PAUD Sampai Tingkat SMP Libur, Guru Diminta Mempersiapkan Tugas

Sementara, supaya tidak merugikan siswa, ujian nasional tetap mereka lakukan baik SMA/SMK, SD dan SMP.

"Sampai sekarang tercatat ada 13 kabupaten dan kota yang sudah menginstruksikan siswa belajar di rumah. Beragam, ada yang mulai kemarin, hari ini, dan besok atau lusa," terang Irwan Prayitno.

Dia merincikan daerah tersebut ialah Kota Bukittinggi, Padang, Limapuluh Kota, Agam, Pasaman Barat, Solok, Padang Panjang, Kota Solok, Payakumbuh, Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar.

Belajar di rumah, kata Irwan Prayitno, berlaku untuk TK/PAUD, SD, SMP, hingga Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah.

"Sama semua, SMA mengikuti. Ketika kabupaten dan kota sudah memandang perlu, maka dibuat kebijakan 'merumahkan' dan otomatis Kemenag yang membawahi Madrasah ikut juga dan SMA yang kewenangan provinsi juga ikut," ungkap Irwan Prayitno. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved