Masker Langka di Kota Padang

Kasus Luar Biasa, Berikut Kesiapan RSUP M Djamil Padang Tangani Suspect Virus Corona

Direktur Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang, Yusirwan Yusuf menilai kasus virus corona memang

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com /Rizka Desri Yusfita
Suasana di luar ruang isolasi di RSUP M Djamil Padang, Sumbar. 

Kasus Luar Biasa, Berikut Kesiapan RSUP M Djamil Padang Tangani Suspect Virus Corona

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Direktur Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang, Yusirwan Yusuf menilai kasus virus corona memang termasuk kasus luar biasa.

Menurut dia, pola penyakitnya bikin masyarakat panik.

Hal tersebut didasari penularan yang begitu cepat dari virus tersebut.

"Kasus virus corona ini penularannya sangat cepat. Ini problema," kata Yusirwan Yusuf saat mendampingi sidak yang dilakukan Pemprov Sumbar, Selasa (3/3/2020).

Dia mengatakan, jika dibandingkan dengan penyakit endemik lainnya seperti flu burung, angka kematian yang disebabkan oleh terjangkitnya virus corona jauh lebih rendah dan ringan.

Namun masyarakat harus tetap waspada.

RSUP M Djamil ungkap Yusirwan Yusuf, begitu mulai instruksi dari Menkes untuk waspada, pihaknya sudah langsung membentuk tim penanggulangan dan tim pelayanan untuk perawatan pasien-pasien dengan Suspect Corona COVID-19.

Dari multi profesi dan menyediakan tempat-tempat isolasi untuk perawatan.

Dia menyebutkan, ada 12 jenis pelayanan yang diberikan di antaranya laboratorium central.

Dalam artian, ada 12 subdivisi yang ikut turun langsung melakukan penanganan dengan jumlah dokter yang relatif banyak.

Sementara, untuk kemampuan ruang isolasi dia merinci ada 8 unit tempat tidur.

"Yang kita sediakan untuk suspect corona ada empat unit tempat tidur yang sudah memiliki standar," ungkap Yusirwan.

Merry Yuliesday : Sebaiknya Masker Digunakan untuk Orang yang Sakit Saja

Dua Rumah Sakit di Sumbar Disidak, Cek Kesiapan Penanganan Suspect Corona

Untuk baju astronot’ atau alat pelindung diri (APD) dari virus corona ada hampir 1.000.

Namun jumlah tersebut sangat subjektif untuk bisa dikatakan cukup atau tidak.

"Sangat tergantung kasus. Berapa kasus ini kita gak bisa prediksi karena belum ada pengalaman. Jadi buat jaga-jaga aja," ungkap Yusirwan Yusuf.

Dia menambahkan, kalau memang ada peningkatan jumlah pemakaiannya, pihaknya akan menambah sesuai instruksi Menkes selaku koordinator. (*)

Sumber: Tribun Padang
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved