Breaking News:

Takut Tak Diberi 'Jatah' Pria Ini Ikuti Keinginan Istri Siri Merampok, Korban Selingkuhan si Istri

Ibarat skenario sinetron, Evita Van Bone alias Martini mengatur siasat untuk menjebak selingkuhannya.

Editor: afrizal
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi selingkuh 

Ia menyebut, empat anaknya terutama anaknya yang paling kecil berumur 6 bulan membutuhkan susu dan keperluan bayi lainnya.

Martini pun membandingkan antara suami sirinya dan selingkuhannya.

Menurut Martini, suami sirinya sedikit memberi uang.

Sementara selingkuhannya memang lebih tua namun lumayan kaya. 

Saat Martini meminta uang lagi pada selingkuhannya, justru diajak ngamar dulu. 

"Suami siri aku ini sedikit memberikan uang, sedangkan selingkuhan aku ini orangnya tua tapi lumayan kaya. Tetapi, ketika aku minta uang lagi dia malah mengajak ngamar dahulu baru diberi," ujar Martini.

Ibu empat anak ini mengungkapkan, setelah empat kali berhubungan badan, selingkuhannya tersebut belum juga memberikan uang berdasarkan permintaannya.

Oleh sebab itu ia menelepon suami sirinya untuk merampok selingkuhannya tersebut.

"Aku sudah dua bulan kenal sama korban, hampir setiap hari dia itu mengajak aku ngamar. Kadang diberi uang kadang tidak, saat aku kepepet kemarin malah dia tidak beri uang. Makanya aku punya ide untuk merampok dia," ungkapnya.

Kapolsek IT 1 Palembang Kompol Edi Rahmat menuturkan , penangkapan ketiga tersangka setelah adanya laporan korban yang masuk ke Polsek IT 1 Palembang.

Penangkapan pertama kali dilakukan terhadap tersangka Agus alias Untung dan Bayu.

Setelah dilakukan pengembangan ditangkaplah Martini.

"Tersangka kakak adik yakni tersangka Agus dan Bayu di tangkap di rumah mereka. Dikembangkan lagi, baru tertangkap Martini. Yang memiliki ide untuk merampok korban yakni tersangka Martini, karena mengaku kesal belum diberi uang oleh korban," katanya.

Kejadian Lainnya

Seorang istri di Lampung menjadi dalang pembunuhan suaminya sendiri.

Istri tersebut bekerja sama dengan selingkuhannya untuk membunuh suami.

Awalnya pura-pura tak tahu, namun akhirnya terungkap skenario jahat sang istri membunuh suaminya.

Setelah terungkap, polisi pun menangkap sang istri saat tahlilan kematian suami.

Kisah ini berawal pada Selasa (18/2/2020) pagi, di mana suami yang bernama Agus (42) warga Tugu Sari, Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Lampung ditemukan tewas.

Korban ditemukan tewas bersimbah darah di belakang pabrik roti tempat istrinya bekerja.

Dari hasil visum, ditemukan ada tanda kekerasan diduga akibat pukulan benda tumpul.

Sang istri, Endang (36) mengaku mengetahui suaminya tewas jam 11.00 WIB dari anaknya yang melihat foto mayat Agus yang diunggah di Facebook.

Ia pun segera ke Polsek Natar untuk mencari keterangan.

Saat di rumah sakit, Endang mengaku tak tahu kepergian suaminya saat keluar rumah.

“Dia pergi tapi enggak bilang mau ke mana."

"Dari rumah saya jauh, jadi saya enggak tau kenapa dia bisa sampai ke situ (TKP),” kata Endang.

Selingkuh dan dalangi pembunuhan suami

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap Endang, istri Agus dan selingkuhannya, Dedi Windriyanto (33) saat ikut tahlil kematian Agus.

Endang dituding sebagai dalang pembunuhan sang suami.

Sementara Dedi sebagai eksekutor.

Pembunuhan tersebut telah direncanakan oleh Endang dan Agus sejak dua bulan yang lalu.

Ditkrimum Polda Lampung Kombes M Barly Ramadani, Rabu (19/2/2020) mengatakan, Endang mengaku sakit hati karena sering dikasari secara verbal oleh suaminya.

Mereka pun membuat skenario.

Endang mengarang cerita ke suaminya jika ia memiliki pria idaman lain berinsial K.

Agus pun cemburu.

Lalu Dedi, tetangga Agus mengajaknya untuk menemui K untuk membuat perhitungan.

"Korban mengetahui K selalu menghubungi pelaku Endang."

"Tapi korban tidak mengetahui kalau Endang juga berselingkuh dengan pelaku Dedi," kata Kapolres Lampung Selatan, AKBP Eddi Purnomo, Rabu (19/2/2020).

Skenario tersebut berjalan.

Dedi menjemput Agus dan keluar menggunakan sepeda motor Agus.

Mereka berencana menemui K, nama fiktif yang disebut selingkuhan Endang.

Setelah tiba di belakang toko roti tempat Endang bekerja, Agus berhenti hendak buang air.

Saat itulah Dedi memukul kepala Agus hingga terjatuh.

Ia kemudian memukul sekali lagi bagian kepala dan tulang kaki kering untuk memastikan Agus tewas.

Setelah itu, Dedi langsung kabur sambil membuang alat yang digunakan untuk memukul Agus ke parit yang ada di lokasi.

Sementara itu Endang mengaku tidak menyesal telah merencanakan pembunuhan tersebut.

“Nggak nyesel (membunuh). Dia (Agus) galak sejak awal nikah udah ribut terus,” katanya.(*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Wanita di Palembang Ini Rampok Selingkuhannya, Sebut Korban Sudah Tua Tetapi Lumayan Kaya, https://sumsel.tribunnews.com/2020/02/27/wanita-di-palembang-ini-rampok-selingkuhannya-sebut-korban-sudah-tua-tetapi-lumayan-kaya?page=all.

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved