Breaking News:

Citizen Journalism

Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo : Tegak Adat Tegaklah Bangsa

MENILIK pada sejarah Indonesia, sudah sangat jelas bahwa bangunan bangsa ini terdiri atas kolaborasi berbagai institusi lokal yang ada

Editor: Emil Mahmud
Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo : Tegak Adat Tegaklah Bangsa
Istimewa/Dok.Penrem 032 Wirabraja
Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo S.IP

Tegak Adat Tegaklah Bangsa
Oleh : Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, Danrem 032 Wirabraja

MENILIK pada sejarah Indonesia, sudah sangat jelas bahwa bangunan bangsa ini terdiri atas kolaborasi berbagai institusi lokal yang ada di seluruh Nusantara.

Adanya slogan Bhinneka Tunggal Ika adalah komitmen yang terpatri bahwa Indonesia ini dibangun atas keragaman yang ada.

Institusi adat dengan segala macam nilai-nilai yang terkandung didalamnya, merupakan perekat kuat kelanggengan hidup berbangsa dan bernegara. Ini sejarah, fakta-fakta yang tak boleh terlupakan.

Sebagai sebuah lembaga, institusi adat biasanya memiliki kelengkapan, baik secara struktur maupun pondasi kultural.

Lembaga adat juga melekat erat dan membentuk sebuah tatanan masyarakat. Padanya ada nilai, norma, aturan hukum, serta segala hal yang akan mengatur masyarakat dalam lingkungan adatnya.

Pokoknya, institusi adat sudah merupakan bangunan yang komplit, sehingga pernah dikatakan bahwa sebuah pemerintahan adat, identik sekali dengan republik-republik kecil yang mandiri, mampu menghidupi dirinya sendiri.

Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo
Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo (IST/DOK.PENREM 032/WIRABRAJA)

Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo : Bersama untuk Mentawai

Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo : Mau Mandiri? Manfaatkanlah Potensi Lokal

Bonus Demografi Produktif

Saat Indonesia diproklamirkan, “republik-republik” kecil inilah yang kemudian melebur, mengikatkan diri dalam bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sampai di sini terlihat bahwa negara ini adalah gabungan dari ratusan dan bahkan ribuan kelembagaan adat yang ada.

Artinya pula, selama NKRI ada, selama itu pula harusnya adat akan selalu menjadi penyokong utama. Tak (boleh) lekang oleh panas, tak (boleh) lapuk oleh hujan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved