Breaking News:

Berita Padang Hari Ini

Residivis Curanmor Dihadiahi Timah Panas sesaat Mau Kabur dari Persembunyian di Ketaping

Jajaran Opsnal Polsek Koto Tangah yang dibantu jajaran Restik Polres Padang Pariaman meringkus seorang yang masuk daftar penca

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
Istimewa/Dok.Polsek Kota Tangah
Pelaku terduga curanmor HR (37), setelah berhasil diamankan Polsek Koto Tangah dibantu jajaran Polres Padang Pariaman saat lakukan pengobatan di RS Bhayangkara, Jati, Kota Padang, Sabtu (18/1/2020). 

Polsek Koto Tangah dibantu Jajaran Polres Padang Pariaman Amankan Resedivis Curanmor, Lepaskan Panas Timah Ke Pelaku

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Jajaran Opsnal Polsek Koto Tangah yang dibantu jajaran Restik Polres Padang Pariaman meringkus seorang yang masuk daftar pencarian orang (dpo) pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Aparat juga menghadiahi seorang DPO, inisial HR (37) yang dikatakan polisi berniat kabur sesaat diamankan, di Korong Olo Bangsu Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

Informasi yang dihimpun TribunPadang.com, diketahui bahwa terduga pelaku HR dan berhasil diamankan pada Sabtu (18/1/2020), sekitar pukul 5.45 WIB

"Untuk pelaku merupakan resedivis curanmor yang pernah ditahan di Lapas Muara Padang dan juga pernah di Lapas Pariaman," kata Kapolsek Koto Tangah, Kompol Rico Fernanda, Minggu (19/1/2020).

Dikatakannya, penangkapan pelaku curanmor berawal dari laporan masyarakat, dan tim opsnal Polsek Koto Tangah melakukan penyelidikan.

Disebutkannya bahwa dari hasil penyelidikan Tim Opsnal Polsek Koto Tangah, diketahui pelaku bersembunyi di sebuah rumah yang berada di daerah Olo Bangau, Nagari Kataping, Batang Anai.

"Selanjutnya, Tim Opsnal berkoordinasi dengan jajaran Opsnal Polres Padang Pariaman untuk memastikan keberadan pelaku, dan pada pukul 05.45 WIB tim mengepung rumah pelaku," sebut Kompol Rico Fernanda.

Dijelaskannya, untuk pelaku sempat berusaha melarikan diri, sehingga dilakukan tembakan peringatan agar pelaku tidak melarikan diri.

"Namun pelaku berusaha untuk lari dan akhirnya ditembak hingga mengenai betis sebelah kanan kakinya. Selanjutnya ia dibawa ke rumah sakit (RS) Bhayangkara Padang untuk dilakukan pengobatan," lanjut Kompol Rico Fernanda.

Dijelaskannya, bahwa pelaku diduga melakukan aksinya sebanyak empat kali bersama istrinya, yaitu pencurian sepeda motor di wilayah Koto Tangah.

"Pelaku terancam sebagaimana yang dimaksud pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KHUP)," tutup Kompol Rico Fernanda.

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved