Breaking News:

Citizen Journalism

Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo : Bersama untuk Mentawai

TAHUN 2018 lalu, pemerintah mengeluarkan Perpres tentang Strategi Nasional (Stranas) Percepatan Pembangunan Daerah T

Penulis: Emil Mahmud | Editor: Emil Mahmud
IST/DOK.PENREM 032/WIRABRAJA
Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo 

Suasana ketertinggalan sangat tampak dari terbatasnya hubungan antar masyarakat, yang berefek pada kemampuan mendorong sektor ekonominya.

Dibangunnya jalan ini menjadi titik awal “kesetaraan” yang akan dicapai, karena efek domino akan terjadi.

Titik-titik penting yang harus jadi perhatian di Mentawai bisa disisir dari beberapa hal. Pertama, ketersediaan segala sarana prasarana utama bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Akses jalan adalah yang pertama. Akses lain yang dibutuhkan juga adalah modernisasi teknologi pertanian yang mampu dilakukan oleh masyarakat.

Pendekatan dengan teknologi mainstream seperti pupuk, zat kimia disinyalir bukan solusi utama.

Ini hanya akan memunculkan ketergantungan pada produk serta punya efek lingkungan dalam jangka panjang.

Perlu inovasi dan masukan lain agar masyarakat bisa beraktifitas dengan aman, nyaman, dan menguntungkan.

Sangat disarankan peran serta banyak pihak untuk masuk dan memberikan nuansa baru ke masyarakat.

Kedua, sebagai daerah nelayan, hasil laut Mentawai sangat luar biasa. Ikan berlimpah ruah, apalagi pada musim tertentu.

Namun karena akses terbatas, sarana tidak memadai, distribusipun terhambat.

Bukan cerita baru, jika banyak nelayan di Mentawai terpaksa membuang hasil tangkapannya, karena tak tersalurkan.

Apa yang dibutuhkan? Akses transportasi dan teknologi untuk menyimpan ikan. Ini riil dan butuh solusi cepat.

Siapa yang bisa melakukan ini? Berbagai lembaga riset dan pemerintah sebagai eksekusi pada level kebijakan, diharapkan bisa berperan.

Ketiga, masalah yang kerap menghantui daerah pesisir adalah soal ketersediaan air bersih.

Sampai saat ini beberapa titik di Mentawai masih kesulitan, masyarakat hanya mengandalkan air hujan dan sumber air yang terbatas.

Air adalah kebutuhan dasar, solusipun harus segera. Potensi air banyak, tapi tak bisa dimanfaatkan.

Lagi-lagi, teknologi terapan diperlukan, tentu saja yang bisa dijangkau masyarakat.

Saat ini sudah banyak sekali temuan-temuan para pihak tentang teknologi penjernih air dengan berbagai metodenya.

Mentawai bisa jadi laboratorium utama dari semua temuan itu.

Tinggal lagi bagaimana fasilitasi yang diberikan, sehingga bisa memantik kreatifitas dan kepedulian banyak pihak.

Keempat, Mentawai dalam beberapa sisi masih menunjukkan sisi tradisionalnya yang sangat bersahabat dengan alam.

Ikatan sosial sebagai modal penting juga masih terlihat.

Bakti sosial Korem 032/Wirabraja bersama Persit KCK Korem ditandai penyerahan tali asih berupa bantuan serta bingkisan berupa susu, jajanan anak dan berbagai kebutuhan sekolah bagi masyarakat di Kepulauan Mentawai, Sumbar baru-baru ini.
Bakti sosial Korem 032/Wirabraja bersama Persit KCK Korem ditandai penyerahan tali asih berupa bantuan serta bingkisan berupa susu, jajanan anak dan berbagai kebutuhan sekolah bagi masyarakat di Kepulauan Mentawai, Sumbar baru-baru ini. (IST/DOK.PENREM 032/WIRABRAJA)

Tapi bukan berarti ini akan berlangsung lama, jika gempuran modernisasi yang tidak berbasis pada konteks lokal terus terjadi.

Mentawai mungkin suatu saat akan tampak wah, tapi pondasi kemasyarakatan harusnya tetap terlihat.

Sisi ini yang sering terabaikan. Oleh karena itu, membangun Mentawai dengan menekankan pada keterlibatan dan penggunaan seluruh potensi lokal, mutlak diperlukan.

Pihak luar bisa saja masuk, tapi semangatnya bukan untuk “menguasai” Mentawai.

Kalau ini tidak dilakukan, Mentawai bisa jadi bom waktu bagi Indonesia secara keseluruhan.

Kita percaya dan yakin, Mentawai punya potensi besar, baik SDA maupun SDM nya.

Kendati berada di era otonomi daerah, memajukan sebuah wilayah tak bisa hanya dibebankan pada pemerintah daerah setempat.

Keterlibatan banyak pihak, mereka-mereka yang sudah memulai, harus ditularkan ke wilayah ini.

Seluruh infrastruktur harus diadakan, tapi manusia Mentawai harus didorong untuk maju dan bangkit.

Sisi pendidikan dikuatkan, sarana diperbanyak, dan orang Mentawai harus terlibat dalam semua proses yang ada.

Kelembagaan Sibakkat Langgai (Ketua Suku) harus tetap dihormati, karena Mentawai pada dasarnya adalah masyarakat dengan sistem keguyuban yang tinggi.

Tahap awal mungkin akan sulit dan tergagap-gagap, tapi proses kemandirian sudah harus dibangun.

Trigger dalam bentuk contoh-contoh nyata yang berhasil (best practice), harus diperbanyak.

Semangatnya satu, semangat memajukan, memandirikan, dan semangat berbagi.

Jauhkan semangat “menguasai” karena orang Mentawai cukup pintar dan tahu apa yang mereka butuhkan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved