Breaking News:

Prostitusi Online di Padang

Tanggapan Psikolog Mengenai Anak Dibawah Umur Korban Praktik Prostitusi Online di Kota Padang

Dua orang anak dibawah umur menjadi korban praktik prostitusi online di Kota Padang yang diungkap Porlesta Padang pada Kamis (16/1/2020).

TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Dua korban prostitusi online diamankan Polresta Padang di sebuah hotel di Padang, Rabu (15/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Dua orang anak dibawah umur menjadi korban praktik prostitusi online di Kota Padang yang diungkap Porlesta Padang pada, Kamis (16/1/2020).

Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan menyebut kasus prostitusi online yang korban anak di bawah umur berawal dari laporan kakak korban dan korban melakukan hal tersebut karena bujuk rayu pelaku.

POPULER - Oknum Dosen PTN di Padang Diduga Lecehkan Mahasiswi| Hingga Prostitusi Online

Amankan 3 Terduga Pelaku Praktik Prostitusi Online, Begini Peran Masing-masingnya

Psikolog dan akademisi Universitas Andalas Dani Hardjoko menanggapi, menurutnya anak-anak yang menjadi korban tersebut harus diberikan perlindungan untuk pemulihan psikologisnya.

Lanjutnya anak-anak yang menjadi korban tidak bisa disalahkan, namun yang perlu dipertanyakan peran orang tua dalam memberikan perlindungan pada anak-anaknya.

Prostitusi Online Siswi di Padang, 3 Pelaku Berperan Mencari Tamu hingga Antar Jemput Korban

Kabur dari Rumah, Siswi di Sumbar Ditemukan Dijual di MiChat, Prostitusi Online Terbongkar

"Kita tidak tahu bagaimana bujuk rayu, mungkin anak tidak tahu atau terbujuk rayu, untuk mendapatkan sesuatu.

Kalau anak-anak berbuat salah, pasti orang tuanya yang salah," kata Dani Hardjoko

Perlindungan orang tua diberikan dalam bentuk memberikan kasih sayang, memberikan kecukupan ekonomi, dan menjaga dari pertemanan yang tidak sehat.

Prostitusi Online di Padang, Terungkap seusai Kakak Korban Laporkan Adiknya Kabur

BREAKING NEWS: Polresta Ungkap Praktik Prostitusi Online di Padang, Korbannya Masih Pelajar

"Serta perlindungan anak itu dari segala hal termasuk dalam pertemanan, gadget. Gadget itu biasa anak remaja di foto dan diunggah. Mungkin saja orangtua tidak mampu memberikan bimbingan pada gadget," ungkapnya.

Menurutnya anak yang terbujuk rayu dengan prostitusi online dikarenakan, orang disekitarnya tidak bisa memberikan perlindungan, menyalahgunakan mereka.

Kasus Prostitusi Ibu dan Anak di Padang, Mahyeldi Tegaskan Komitmen Padang Bebas Maksiat

Tiga Korban Dugaan Praktik Prostitusi Dikirim ke Panti Sosial di Solok, Tonton Videonya

Dani juga mendapatkan informasi ada anak-anak yang menjadi pelaku, yang menyebarluaskan foto teman-temannya.

Anak dibawah yang menjadi pelaku juga dikarenakan bujuk rayu orang disekitarnya.

Jadwal Acara TV RCTI Sabtu 18 Januari 2020, Tonton Kisah Nobita dan Manusia, MasterChef Indonesia

Download MP3 Lagu Minang Rayola Basandiang Bukan Jo Cinto dan Arti Lirik Rintiak-rintiak Hujan Turun

"Sebelum ini, saya juga mendapatkan informasi bahwa oknum anak yang disuruh foto temannya itu, tentu anak remaja itu manis-manislah foto, biar diunggah ke medsos, lalu melakukan jual beli, anak-anak yang diperdaya oleh orang dewasa," ungkapnya.

Dani mengatakan anak-anak bisa selamat dari kasus prostitusi jika orangtua memberikan perlindungan pada anaknya. (*)

Penulis: Rima Kurniati
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved