Tim Konservasi Media Universitas Andalas Selamatkan Koran Lama yang Terbit di Sumatera Barat

Tim konservasi media Universitas Andalas Padang berusaha menyelamatkan koran-koran lama terbitan Sumatera Barat lewat cara menyi

Tim Konservasi Media Universitas Andalas Selamatkan Koran Lama yang Terbit di Sumatera Barat
ISTIMEWA/DOK.WANNOFRI SAMRY
Pengumpulan bukti dokumentasi itu dilakukan oleh Tim konservasi media dari Universitas Andalas (Unand), yang dipimpin Dosen Unand dan peneliti sejarah media, Dr Wannofri Samry di Kantor Harian Singgalang di Padang baru-baru ini. 

Tim Konservasi Media Universitas Andalas Selamatkan Koran Lama yang Terbit di Sumatera Barat

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tim  Universitas Andalas Padang berusaha menyelamatkan  koran-koran lama terbitan Sumatera Barat lewat cara menyimpannya ke dalam bentuk soft copy.

Hingga saat ini proses pengalihmediaan dilakukan terhadap Koran Harian Singgalang, yang terbit semenjak Tahun 1968.

Hal ini dikatakan oleh Dr Wannofri Samry, MHum, seorang Sejarawan media dari Universitas Andalas Padang, Senin 30 Desember 2019.

Menurut Wannofri, beberapa koran tersebut kini kondisinya sudah mulai hancur dan memerlukan penyelamatan serius.  

“Sejak awal abad ke-20 Sumatera Barat sudah menjadi kota penerbitan koran. Paling tidak sudah ada sekitar 400 koran cetak yang diterbitkan. Namun, koran-koran itu sudah susah ditemui. Bukti fisiknya , sudah hancur dimakan masa," ujar Wannofri saat menghubungi TribunPadang.com, Senin siang.

Sejauh ini lanjutnya, hanya sebagian kecil koran tersimpan di antaranya di Pustaka Nasional Republik Indonesia.

"Hendaknya Sumatera Barat jangan  lagi kehilangan lebih banyak dokumen-dokumen media ini, sebab di dalamnya menyimpan banyak pengetahuan dan gagasan. Penerbitan koran juga salah satu bukti peradaban yang mesti diselematkan,” kata Wannofri yang juga Ketua Masyarakat Sejarawan (MSI) Cabang Sumbar ini.

Wannofri menilai bahwa pengalihmediaan koran bakal menjadi sangat berarti, sehingga perlu diselamatkan menjelang hancur.

Tim konservasi Media Universitas Andalas (Unand)terlihat mengumpulkan lembaran koran-koran lama yang terbit di Sumatera Barat sebelum ini. Pengumpulan bukti dokumentasi itu dilakukan oleh Tim Unand, yang dipimpin Dosen Unand dan peneliti sejarah media , Dr Wannofri Samry baru-baru ini di Kantor Harian Singgalang.
Tim konservasi Media Universitas Andalas (Unand)terlihat mengumpulkan lembaran koran-koran lama yang terbit di Sumatera Barat sebelum ini. Pengumpulan bukti dokumentasi itu dilakukan oleh Tim Unand, yang dipimpin Dosen Unand dan peneliti sejarah media , Dr Wannofri Samry baru-baru ini di Kantor Harian Singgalang. (ISTIMEWA/DOK.WANNOFRI SAMRY)

Pekerjaan ini dicoba tahap demi setahap, pengalihmediaan koran terbitan mulai 1960-an dan 1970an. Setelah ini kita lanjutkan pada tahun berikutnya. 

Karenanya, imbuh Wannofri untuk tahapan ini membutuhkan waktu yang relatif lama.

"Akan tetapi, setelah dialihmediakan ke bentuk soft copy akan mudah merawatnya. Bahkan sudah semstinya ada museum pers nasional di Sumatera Barat, ini akan bisa menjadi kebanggan Sumatera Barat  dan sumber pengetahuan yang kuar biasa," jelas Wannofri

Selanjutnya, kata Wannofri  pengalihmediaan koran ini juga dibuatkan film dokumenter pendek dengan judul : “Menyelamatkan Jejak Tinta”.

"Film ini dokumenter pendek ini akan menjadi media pembelajaran akan pentingnya menyelamatkan dokumen media," pungkas Wannofri.(TribunPadang.com/Emil Mahmud)

Penulis: Emil Mahmud
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved