Breaking News:

Penertiban PKL di Pasar Raya Padang

Dinas Perdagangan Sebut Izin PKL Jualan Itu Sementara saat Pembangunan Pasar Pascagempa

Kepala bidang (Kabid) Pengawasan dan Stabilisasi Harga, Dinas Perdagangan Kota Padang, Hasna mengatakan bahwa pedagang kaki lima (PK

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Pedagang pasar raya yang menolak pindah saat diminta pindah dari trotoar jalan di Sandang Pangan, Pasar Raya Padang, Jumat (27/12/2019). 

TRIBUNPADANG.COM - Kepala bidang (Kabid) Pengawasan dan Stabilisasi Harga, Dinas Perdagangan Kota Padang, Hasna mengatakan bahwa pedagang kaki lima (PKL) memang tidak diperbolehkan untuk jualan di trotoar hingga memakan badan jalan.

Menurutnya, bahwa ada jadwal dan lokasi terlarang berjualan Perwakonya bahwa tidak boleh berjualan di trotoar.

"Sementara dahulu sebelum pasar ini belum selesai dibangun pasca gempa, karena tidak ada tempat, ya kita terima. Tapi saat ini sudah ada tempat," ujar Hasna, di Padang, Jumat (27/12/2019) disela penertiban PKL di Pasar Raya Padang.

Dijelaskannya, semula PKL memang diperbolehkan, karena Pasar Raya Padang dalam tahap pembangunan pascagempa.

Sebaliknya, saat ini sudah tidak ada alasan lagi karena pasar sudah kembali dibangun dan normal.

Hasna menjelaskan keberadaan PKL yang mempergunakan sebagian trotoar untuk berjualan kemudian ditertibkan.

DIlansir TribunPadang.com, sebelumnya sejumlah PKL mempunyai alasan untuk tetap bertahan berjualan di trotoar Pasar Raya Padang, Jumat siang.

Menurut mereka, semula pernah ada ijin untuk diperbolehkan jualan di sana, hingga memakan trotoar jalan sebagiannya.

"Permintaan pedagang kalau ditertibkan mau, tapi kalau untuk dipindahkan kami tidak mau," kata Supik (55), Jumat siang.

Dijelaskannya, bahwa ia tidak ingin pindah berjualan dan akan tetap bertahan karwna sudah lama berjualan di sana.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved