Breaking News:

Warna Air Laut Jadi Hijau

Pengamat Lingkungan Hidup UNP Sebut Kejadian Blooming Alga akan Berdampak Pada Nelayan

Pengamat Lingkungan Hidup Universitas Negeri Padang (UNP), Indang Dewata menyebutkan jika saat blooming alga maka bisa berakibat ikan mati dan lari me

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Indang Dewata, Pengamat Lingkungan Hidup Universitas Negeri Padang (UNP) 

Pengamat Lingkungan Hidup UNP Sebut Jika Kejadian Blooming Alga akan Berdampak Pada Nelayan 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pengamat Lingkungan Hidup Universitas Negeri Padang (UNP), Indang Dewata menyebutkan jika saat blooming alga, maka bisa berakibat ikan mati dan lari menjauh. 

Menurutnya, bahwa lapisan perairan ada tiga, yaitu lapisan atas, bawah, dan paling bawah.

"Kejadian ini terjadi di lapisan atas, namun jika sumbernya datang dari bawah, maka (diperkirakan) juga bisa juga dari logam berat," kata Indang Dewata menjawab wartawan di Padang, Senin (23/12/2019).

Dijelaskannya, bahwa yang membawa warna tersebut bisa saja dari logam berat, dan bisa menimbulkan warna.

"Kalau lapisan atas itu disebabkan oleh alga, dan alga itu banyak macamnya yaitu ada berwarna merah dan hijau," sebut Indang Dewata.

Indang Dewata menjelaskannya kedua macam alga dapat mengeluarkan toksin (racun) ketika dalam jumlah yang relatif banyak.

"Maka ikan yang ada di dalam teluk tersebut akan terancam akibat toksin tersebut, hingga ikan tersebut akan mati," sebut Indang Dewata.

Indang Dewata mengatakan bahwa akibat toksin tersebut juga membuat ikan yang berada di lokasi terdapatnya alga akan lari ke tengah.

"Berarti ini akan berpengaruh terhadap pendapatan nelayan. Karena, ketika zat yang dikeluarkan alga itu banyak, otomatis alga itu akan menyerap oksigen dan air akan kekurangan oksigen," ungkap Indang Dewata.

Dijelaskannya, ikan yang biasanya berada di tepi pantai akan tetap bertahan di tepi dan lama kelamaan mengakibatkan kematian ikan.

Sedangkan, ikan yang berenangnya sampai 5 kilometer/KM ke tengah lautan, maka ikan tersebut segera menjauh ke tengah.

Namun, jika semuanya sudah tertutup alga, maka berisiko menyebabkan kematian pada ikan dan berkurangnya oksigen di dalam air.

Indang Dewata menyebutkan bahwa alga tersebut akan menutupi cahaya yang akan masuk ke dalam air.(*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved