Sumbar Dilanda Bencana Lagi

Camat Sungai Tarab Ungkapkan Warganya Trauma Bencana Galodo 2009 Silam

Camat Sungai Tarab, Afrizal menyebut kondisi warganya trauma menyusul bencana banjir dan tanah longsor y

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK. PRIBADI
Camat Sungai Tarab, Afrizal saat menjelaskan bahwa debit air sudah mulai surut namun meminta masyarakat tetap tingkatkan kewaspadaan, Jumat (20/12/2019). 

Camat Sungai Tarab Afrizal Sebut Warganya Trauma Kejadian Bencana 'Galodo' Tahun 2009

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Camat Sungai Tarab, Afrizal menyebut kondisi warganya trauma menyusul  bencana banjir dan tanah longsor yang melanda daerahnya.

Beruntung saat ini kondisinya sudah mulai surut, meski hingga Jumat (20/12/2019) siang cuaca di lokasi bencana masih gerimis.

"Situasi terakhir di Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Sungai Tarab. Debit aliran air sungai sudah mulai menyusut," kata Camat Sungai Tarab, Afrizal, Jumat (20/12/2019).

Dijelaskannya, bahwa masyarakat saat pasca terjadinya banjir pada Kamis (19/12/2019) malam hari -- tepatnya di sepanjang pinggir sungai -- sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Hal itu dilakukannya untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan.

"Masyarakat masih trauma dengan kejadian galodo (banjir bandang) pada Tahun 2009 yang lalu," ujarnya.

Dijelaskannya bahwa BPBD Tanah Datar sudah berada di lokasi untuk melakukan pembersihan, dan mendata lokasi banjir.

"Kami tetap mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan hati-hati," sebut Afrizal.

Dijelaskannya bahwa masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaannya dari kemungkinan terburuk yang akan terjadi.

Afrizal juga menyebutkan khusus untuk lokasi bekas galodo pada tahun 2009 yang lalu, untuk dapat meningkatkan kewaspadaannya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved