Banjir Bandang Agam
Tanggap Darurat Kamis Berakhir, Aktivitas Warga Tanjung Raya dan Madrasah Kembali Normal
Hingga kini, aktivitas warga kembali normal pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor di Jorong Gelapung, Nagari Ta
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
Sebelum Tanggap Darurat Berakhir, Aktivitas Warga Sudah Kembali Normal Pasca Banjir Bandang
Laporan Wartawan TribubPadang.com, Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Hingga kini, aktivitas warga kembali normal pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor di Jorong Gelapung, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar)
Sebelumnya, Bupati Agam, Indra Catri mengatakan bahwa menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 15 hari pasca banjir bandang yang membuat akses jalan terputus -- sepanjang sekitar 200 meter -- akibat tumpukan material banjir.
Selanjutnya, akibat banjir bandang itu kondisi Madrasah Diniyah Takmiliyah Akwaliyah (MDTA) Gelapung serta satu masjid mengalami kerusakan, dan 13 rumah terkena dampaknya. Bahkan, madrasah kembali beraktifitas seperti semula.
Camat Tanjung Raya, Handria Asmi mengatakan bahwa Kamis (5/12/2019) besok masa tanggap darurat akan berakhir.
Masa tanggap darurat ini ditetapkan sejak Kamis (21/11/2019) dan berakhir pada Kamis (5/12/2019).
"Kalau saat ini untuk di Gelapung, akses sudah kembali lancar, dan bantuan sudah disalurkan," kata Handria Asmi, Rabu (4/12/2019).
Dijelaskannya bahwa sampai saat ini masih ada bantuan yang mengalir dari Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Padang yang dihadiri Bupati Agam, dan Dandim 0304 Agam.
"Untuk kondisi masyarakat kita sudah kembali normal. madrasah sudah mulai jalan," kata Handria Asmi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/kondisi-madrasah-diniyah-takmiliyah-akwaliyah-mdta.jpg)