Banjir Bandang

Siswa Siswi SMK 2 Sungai Jaring Menggalang Dana di Pasar Balai Satu, Lubuk Basung

Murid SMK Negeri 2 Sungai Jaring, Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat menggalang dana hingga memasuki pasar untuk meringankan beban warga yan

Siswa Siswi SMK 2 Sungai Jaring Menggalang Dana di Pasar Balai Satu, Lubuk Basung
TribunPadang.com/Rezi Azwar
Dua murid SMK 2 Sungai Jaring, Lubuk Basung masuki pasar Balai Satu, Lubuk Basung untuj menggalang dana untuk korban banjir bandang di Jorong Gelapung, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, Sabtu (23/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Murid SMK Negeri 2 Sungai Jaring, Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat menggalang dana hingga memasuki pasar untuk meringankan beban warga yang mengalami dampak banjir bandang di Jorong Gelapung, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Pantauan TribunPadang.com terlihat murid OSIS SMK 2 Sungai Jaring ini memasuki Pasar Balai Satu Manggopoh, Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Dengan menggunakan pakaian sekolah yaitu baju pramuka, terlihat empat orang siswa masuk ke Pasar Balai Satu.

Pasca Banjir Bandang, MDTA Hening Tanpa Ada Proses Belajar Mengajar

Kapolda Sumbar: Banjir Bandang di Agam Murni Bencana Alam Bukan Karena Adanya Ilegal Logging

Mereka mendatangi setiap pedagang, dan warga masyarakat yang datang untuk berbelanja.

Ia masuk dengan menenteng kardus yang bertuliskan "Mohon Sumbangan Bencana Alam Maninjau".

Dengan membagi menjadi dua kelompok, mereka berjalan membawa misi kebaikan.

"Kami dari OSIS SMK 2 Sungai Jaring, hari ini dalam rangka menggalang dana karena adanya bencana alam yang terjadi di Jorong Gelapung, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya," ujar Fauzi Ismail siswa kelas XI SMK 2 Sungai Jaring, Sabtu (23/11/2019).

SUMBAR - Tanggap Darurat Banjir Bandang di Agam| Aldi Taher Maju di Pilgub Sumbar 2020

PT PLN UIW Sumbar Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Kabupaten Agam

Dijelaskannya bahwa bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang terkena dampak bencana banjir bandang.

Ia juga menyebutkan bahwa tidak hanya mereka, namun di sekolahnya juga ada penggalangan dana.

Hari ini adalah hari ke 3 pasca banjir bandang melanda Jorong Gelapung.

Bupati Agam, Indra Catri menetapkan masa tanggap darurat menjadi 15 hari.

Hingga hari ini tercatat ada 13 rumah mengalami dampak akibat banjir, ditambah dengan satu masjid dan satu unit bangunan Madrasah. (*)

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved