Tanggap Darurat Banjir Bandang

Wakil Bupati Agam Sebut 5 Kecamatan di Kabupaten Agam Patut Waspada saat Hujan Deras

Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria menyebutkan ada lima Kecamatan di Kabupaten Agam pada saat terjadinya hujan deras.

Wakil Bupati Agam Sebut 5 Kecamatan di Kabupaten Agam Patut Waspada saat Hujan Deras
TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Operator alat berat berupaya membersihkan rua jalan yang tertutupi tanah longsor akibat banjir bandang di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), pada Rabu (19/11/2019) malam lalu. 

Wakil Bupati Agam: Ada Lima Kecamatan di Kabupaten Agam Yang Harus Diwaspadai Ketika Hujan Deras Turun

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria menyebutkan ada lima Kecamatan di Kabupaten Agam pada saat terjadinya hujan deras.

Menurut Trinda Farhan Satria, selain mewaspadai 5 Kecamatan saat masuknya musim hujan serta mengingatkan agar instansi terkait tanggap untuk menanganinya.

"Kalau dilihat di Kabupaten Agam memang ada 5 kecamatan yang kalau sudah masuk musim hujan, daerah itu yang selalu kita waspadai terjadi longsor," kata Trinda Farhan Satria, Jumat (22/11/2019).

Trinda Farhan Satria menjelaskam bahwa dari 5 Kecamatan tersebut termasuk Kecamatan Tanjung Raya, Palembayan, Palupuah, Malalak, dan IV Koto.

"Termasuk Tanjung Raya, terutama di Galapung ini, karena dulu pasca gempa pada tahun 2009 memang sempat ditetapkan sebagai zona merah," ujar Trinda Farhan Satria.

Hal tersebut dijelaskannya, lantara Kabupaten Agam ada di punggung pegunungan Bukit Barisan.

Tanggap Darurat Banjir Bandang, Pemkab Agam Siapkan Hunian Sementara untuk Warga Terdampak

Tertimbun Akibat Banjir Bandang, Masjid di Agam Hanya Tampak Atap, Warga Numpang Salat Jumat

"Sudah dari sekian lama, longsor banyak ke jalanan, sekarang masuk ke pemukiman masyarakat. Kalau dari Pemkab dan BPBD, semenjak akan mulai musim hujan, itu selalu diingatkan standby," ujar Trinda Farhan Satria.

Trinda Farhan Satria menambahkan bahwa Pemkab dan BPBD sudah berupaya untuk menanggulangi secara relatif cepat dan sigap.

"Alhamdulillah, sudah cepat diantisipasi. Baik dari LSM, pecinta alam, dari berbagai Ormas, Baznas, Pemkab, Pemprov dan Pempus, termasuk dari Militer Kodim, Kepolisian dapat bergerak cepat," kata Trinda Farhan Satria.

Sampai saat ini lanjutnya masih proses pembukaan jalan, dan ia juga meminta Kalaksa BPBD Kabupaten Agam melihat secara langsung kondisi yang rawan terjadinya longsor susulan.

"Dari hasil survei dan nampaknya perlu diperbaharui saluran air. Kalau tidak khawatir ketika ada hujan lagi kondisnya labil," kata Trinda Farhan Satria.(TribunPadang.com/Rezi Azwar)

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved