Berita Pasaman Hari Ini

5 Ekor Ternak Warga di Lubuk Sikaping Mati Diterkam Hewan Buas, KSDA: Ada Indikasi Harimau

Berdasarkan tanda-tanda di lapangan, baik itu kotoran maupun jejak, itu mengindikasikan harimau

5 Ekor Ternak Warga di Lubuk Sikaping Mati Diterkam Hewan Buas, KSDA: Ada Indikasi Harimau
istimewa
Hewan ternak mati diterkam hewan buas di Lubuk Sikaping, Pasaman. KSDA sebut ada indikasi diterkam hewan buas 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Debi Gunawan

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN- Masyarakat Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman diresahkan karena sejumlah hewan ternak mereka mati diterkam hewan buas.

Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kabupaten Pasaman Ade Putra mengungkapkan dugaan sementara hewan buas tersebut adalah harimau.

"Berdasarkan tanda-tanda di lapangan, baik itu kotoran maupun jejak, itu mengindikasikan harimau," ungkapnya saat dihubungi TribunPadang.com, Senin (12/11/2019).

Ade mengungkapkan sampai saat ini sudah lima hewan warga yang dilaporkan mati diterkam satwa liar tersebut.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati: Populasi Harimau Sumatera Tersisa Sekitar 600 Ekor

Penemuan Kulit Harimau di Bandara Internasional Minangkabau, Tujuan Jakarta, Pengirim di Sijunjung

Dari data KSDA Pasaman dalam lima tahun terakhir sudah terjadi dua kali peristiwa harimau yang memangsa hewan warga.

Sebelumnya pada bulan Juli 2019, dilaporkan 14 hewan ternak warga juga mati diterkam harimau.

Pihak KSDA Pasaman telah melakukan penghalauan satwa liar yang diduga harimau tersebut ke habitatnya sejak kejadian bulan Juli lalu.

"Karena kita nilai kurang berhasil, maka kita ambil langkah berikutnya, yaitu memasang perangkap" jelas Ade.

Saat ini KSDA Pasaman sudah memasang satu buah perangkat di wilayah terdampak.

7 Fakta Pengungkapan Jual Beli Kulit Harimau Sumatera di Bukittinggi, Toko Pajang Tengkorak Harimau

Ingat Bonita Harimau Sumatera yang Terkam 2 Warga di Riau Awal 2018 lalu? Begini Nasibnya Sekarang

"Namun jika masih ada laporan masyarakat mengenai keberadaan satwa liar ini, akan ditambah empat perangkap lagi," ungkap Ade.

Ade Putra mengimbau agar masyarakat tetap waspada serta menjaga diri dan hewan ternak mereka.

"Kalau bisa hewan ternak selalu diawasi, jam 4 sore sudah dimasukkan ke kandang," jelasnya.

Ia juga mengimbau petani yang bekerja di daerah perkebunan dan perbukitan agar tidak pergi sendiri, setidaknya berdua jika ke ladang.

"Jika berhadapan langsung dengan satwa liar tersebut jangan panik, cari pohon untuk berlindung, dan segera meminta pertolongan kepada masyarakat setempat," pungkasnya.(*)

Penulis: Debi Gunawan
Editor: afrizal
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved