Penggunaan Nama Permindo Night Market Dikritisi Guru Besar Linguistik UNP

Guru Besar Linguistik Universitas Negeri Padang (UNP) Prof Ermanto M.Hum yang juga merupakan Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNP mengkritisi penggunaa

Penggunaan Nama Permindo Night Market Dikritisi Guru Besar Linguistik UNP
TribunPadang.com/Debi Gunawan
Guru Besar Linguistik Universitas Negeri Padang (UNP) Prof Ermanto 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Debi Gunawan

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Guru Besar Linguistik Universitas Negeri Padang (UNP) Prof Ermanto yang juga merupakan Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNP mengkritisi penggunaan nama Permindo Night Market yang resmi di buka pemerintahan kota (Pemko) Padang, Sabtu (9/11/2019).

Menurutnya penggunaan nama Permindo Night Market tidak sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2019 tentang penggunaan bahasa Indonesia.

"Yang ini pasal 33 ayat 1 baik nama gedung, nama kompleks perdagangan seharusnya menggunakan bahasa Indonesia,"ungkapnya saat dihubungi TribunPadang, Minggu (10/11/2019).

Permindo Night Market Pusat Kuliner Malam Terbaru di Kota Padang, Hanya Ada Sepekan Sekali

Lampu Tulisan di Jalan Permindo Jadi Objek Selfie Pengunjung Permindo Night Market

Ermanto menuturkan seharusnya Pemko Padang menggunakan Bahasa Indonesia ataupun bahasa daerah, bukan bahasa asing dalam penamaan kompleks perdagangan tersebut.

"Misalnya menggunakan Bahasa Indonesia, bisa menjadi Pasar Rakyat Permindo, atau Pasar Malam Permindo bisa juga, atau kawasan dagang Permindo," jelasnya.

Ermanto mengungkapkan tujuan dari penggunaan Bahasa Indonesia tersebut untuk menjadikan Bahasa Indonesia tuan rumah di negeri sendiri.

LIVE STREAMING Pembukaan Permindo Night Market Padang, Wakil Walikota Ikut Nyanyi

Permindo Night Market Menyajikan Kuliner Khas Sumbar serta Ada Musik dari KPJ dan Komunitas Milenial

Karena menurut Ermanto Bahasa Indonesia merupakan jati diri bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa yang lain.

Ia menyarankan Pemko Padang agar segera mengubahnya dan memasyarakatkan Bahasa Indonesia di Kota Padang, bukan bahasa asing.

Selain itu banyak hal yang harus dibenahi menurut Ermanto ke depannya, seperti penggunaan nama gedung, swalayan dan lain sebagainya.

"Kita harus mengimplementasikan Perpres itu, karena itu aturan," ungkap Ermanto. (*)

Penulis: Debi Gunawan
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved