Sawahlunto, Kota Tambang Batu Bara yang Sempat Mati dan Sekarang Tumbuh Menjadi Kota Wisata Budaya

Ombilin Meaning Coal of Heritage Sawahlunto telah resmi masuk dalam daftar situs warisan budaya dunia UNESCO pada Juli 2019 lalu. Ditetapkannya Kota

Sawahlunto, Kota Tambang Batu Bara yang Sempat Mati dan Sekarang Tumbuh Menjadi Kota Wisata Budaya
ist
Kuliah Umum FISIP Unand dengan Narasumber Walikota Sawahlunto Deri Asta dengan Tema Tantangan dan Strategi Pengakuan UNESCO di Kota Wisata Tambah Sawahlunto (Ombilin Meaning Coal of Heritage Sawahlunto) 

TRIBUNPADANG.COM – Ombilin Meaning Coal of Heritage Sawahlunto telah resmi masuk dalam daftar situs warisan budaya dunia UNESCO pada Juli 2019 lalu.

Ditetapkannya Kota Sawahlunto sebagai warisan budaya dunia tentu membuat Sawahlunto semakin berkembang dan lebih maju dari sebelumnya, khususnya di sektor wisata.

Walikota Sawahlunto Deri Asta yang hadir menjadi narasumber pada kuliah umum yang diadakan Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unand, Kamis (24/10/2019) menjelaskan bagaimana awal mulanya Kota Sawahlunto yang merupakan kota industri tambang batu bara.

Kunjungi Destinasi Wisata Warisan Dunia UNESCO di Sawahlunto dengan Rp 250 Ribu per Orang

TRAVEL - Tips Perjalanan Wisata dari Kota Padang Menuju Kota Sawahlunto, Satu Objek Warisan Dunia

“Sawahlunto ini merupakan kota industri tambang batu bara sejak tahun 1890an hal itu yang membuat masyarakat di Sawalunto beragam. Tapi seiring waktu Sawahlunto sempat menjadi kota mati, karena pertambangan PT Bukit Asam berpindah dan tahun 1998 sempat terjadi penurunan jumlah penduduk Sawahlunto karena sepertiga masyarakat bekerja sebagai penambang batu bara,” jelasnya.

Saat ini Sawahlunto yang bermula dari kota tambang telah menjadi kota wisata tambang berbudaya dan Sawahlunto memiliki kurang lebih 100 cagar budaya yang harus tetap dilestarikan.

Rapat Koordinasi Pasca Penetapan Tambang Batu Bara Sawahlunto sebagai Warisan Budaya Dunia

Wakil Gubernur Nasrul Abit Berharap Sawahlunto Bisa Dongkrak Wisatawan ke Sumbar

Tidak hanya itu Sawahlunto memiliki tujuh museum, enam di antaranya dikelola pemerintah dan satu museum dikelola PT Bukit Asam yang mana dalam museum tersebut ada alat-alat tambang.

Masuk dalam daftar situs warisan budaya dunia UNESCO tidaklah mudah, Pemerintah Sawahlunto telah mempersiapkan semenjak tahun 2004.

“Tahun 2004 dimulai menjadi Kota Heritage sampai 2015 dan ditetapkan menjadi situs warisan budaya dunia pada tahun 2019 ini,” sebut Deri Asta.

Yuk! Pertahankan Warisan Dunia Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto

Ombilin Sawahlunto Jadi Warisan Dunia, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno: Pengangguran Akan Berkurang

Deri Asta mengaku ditetapkannya Sawahlunto menjadi situs warisan budaya dunia tentu ada pertentangan terutama dari masyarakat Sawahlunto itu sendiri. Hal tersebut menurut Deri Asta karena masyarakat berpendapat tidak akan ada pembangunan dan pengembangan di Sawahlunto, sebab sebagai situs warisan budaya dunia tidak boleh melakukan perubahan terhadap situs tersebut dan situs harus dilestarikan.

Sementara itu, situs warisan budaya dunia ini memberikan efek wisata bagi Kota Sawahlunto dan tentunya masyarakat karena akan banyak kunjungan wisatawan ke Kota Sawahlunto.

UNESCO Tetapkan Kawasan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto Sumbar Jadi Situs Warisan Dunia

SEKILAS KOTA Sawahlunto yang Berjulukan Kota Arang sebagai Situs Warisan Dunia

Halaman
12
Penulis: Mona Triana
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved