BERITA POPULER SUMBAR

POPULER SUMBAR - CATATAN Korban Selamat Rusuh Wamena| 19 Kabupaten/Kota Se-Sumbar Raih WTP

Sederetan berita populer kanal berita, Sumbar yang menghiasi portal TribunPadang.com sepanjang Senin (21/10/2019) kemarin

POPULER SUMBAR - CATATAN Korban Selamat Rusuh Wamena| 19 Kabupaten/Kota Se-Sumbar Raih WTP
humas pemprov
Ilustrasi: Wagub Sumbar, Nasrul Abit saat berada di posko pengungsian yang berlokasi di Kodim 1702 Jayawijaya di Wamena, Papua beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sederetan berita populer kanal berita, Sumbar yang menghiasi portal TribunPadang.com sepanjang Senin (21/10/2019) kemarin.

Ada sejumlah berita yang sangat diminati pembaca TribunPadang.com yang akan disajikan lagi ringkasannya Selasa (22/10/2019) hari ini.

 A. CATATAN Korban Selamat Rusuh Wamena : Mengenang Tangis di Bumi Papua

Tragedi Wamena menyisakan duka mendalam bagi Ranah Minang. Korban selamat mengambil sikap pulang kampung. Sementara mereka, yang pergi untuk selamanya, tentunya takkan kembali. Kehilangan nyawa maupun kerugian harta benda akan menjadi catatan kelam perantau di Bumi Papua.

Benar kata tetuah bahwa ada hikmah di balik setiap peristiwa, ada pula pembelajaran usai rusuh Wamena. Kekompakan urang awak di seluruh Indonesia kian nyata di Nusantara. Terlebih setelah kedatangan Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Nasrul Abit di Wamena, perhatian pemimpin begitu terasa. Kami sempat menangis bersama.

Nasrul Abit Bersyukur Putri Dibolehkan Pulang, Sempat 11 Hari Dirawat Akibat Kerusuhan Wamena

CATATAN Korban Selamat Rusuh Wamena : Mengenang Tangis di Bumi Papua

Aksi Nekat Wagub Sumbar ke Wamena Demi Perantau Minang Tuai Pujian, Warganet: Bapa Paling Andalan

Perantau Minang berfoto bersama dengan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit sesaat sebelum naik bus menuju kampung halaman di Pesisir Selatan, Minggu (6/10/2019).
Perantau Minang berfoto bersama dengan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit sesaat sebelum naik bus menuju kampung halaman di Pesisir Selatan, Minggu (6/10/2019). (TribunPadang.com /Rizka Desri Yusfita)

Saya, bagian dari mereka yang selamat masih di sini. Menikmati kenangan indah Kota Wamena di sela puing-puing luka. Tulisan sekenanya ini sengaja saya tulis biar semua pihak ikut merasa.

Luka kami, duka saudara, dan duka Bangsa Indonesia. Semoga kelak kita tak lupa jika para pejuang pernah menyabung nyawa demi mengejar mimpi hari depan keluarga yang bahagia.

Tragedi Wamena berdarah menyisakan luka yang mendalam bagi kita semua. Sekelompok anak bangsa meluapkan amarahnya dengan melakukan pembakaran dan pembunuhan terhadap warga yang tidak tahu apa-apa.

Mereka yang jadi korban baru sempat memikirkan bagaimana cara mengais rezeki di rantau orang demi menopang ekonomi keluarga.

Tanggal 23 September 2019 adalah hari yang paling bersejarah bagi kami. Warga Minang mengalami nasib tragis hingga menjadi korban kerusuhan di sana. Para korban Wamena mengungsi ke Kodim dan Polres. Mereka menyelamatkan diri hanya dengan pakaian di badan. Saat itu kita semua tidak tahu harus berbuat apa.

Halaman
123
Penulis: Emil Mahmud
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved