Breaking News:

Berita Sijunjung Hari ini

Giliran Sekolah di Sijunjung Diliburkan 3 Hari, Kualitas Udara Jadi tidak Baik Gara-gara Ini

Kabut asap semakin pekat dan kondisi udara tidak baik di Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Manggala Agni via Tribunpekanbaru
Pemadaman Karhutla beberapa waktu lalu di wilayah Riau. Ancaman Kebakaran Hutan Riau Bagi Sumbar, Mungkinkah Kabut Asap Sampai Ranah Minang? Ini Kata BMKG 

Kualitas Udara Tidak Baik Akibat Karhutla, Sekolah di Sijunjung Diliburkan 3 Hari

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kabut asap semakin pekat dan kondisi udara tidak baik di Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Guna mengantisipasi dampak terhadap kesehatan, Pemerintah Kabupaten Sijunjung menginstruksikan pihak sekolah untuk meliburkan siswa selama tiga hari.

Kebijakan libur diumumkan melalui surat Edaran Bupati Sijunjung bernomor 421/3613/DIKBUD-2019 tanggal 16 Oktober 2019 ditandatangani oleh Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin.

Dalam surat tertuang bahwa Bupati Sijunjung menginstruksikan kepala sekolah se-Kabupaten Sijunjung meliburkan kegiatan belajar mengajar di wilayahnya mulai dari tingkat TK/PAUD, SD/MI, dan SMP/MTs.

Ilustrasi: Kualitas Udara Pekanbaru Akibat Kebakaran Hutan di Riau Sentuh Level Berbahaya, PM 10 Capai 355 ugram/m3 pada. Senin (16/9/2019)
Ilustrasi: Kualitas Udara Pekanbaru Akibat Kebakaran Hutan di Riau Sentuh Level Berbahaya, PM 10 Capai 355 ugram/m3 pada. Senin (16/9/2019) (bmkg via tribunpekanbaru)

Kemudian diimbau juga kepada SMA, SMK, MA, dan SLB di wilayah tersebut untuk meliburkan peserta didik.

Kegiatan belajar mengajar diliburkan mulai, 17 hingga 19 Oktober 2019.

"Hari berikutnya menunggu edaran Bupati Sijunjung yang akan diberitahukan lebih lanjut," tulisnya.

Bupati Yuswir Arifin dalam surat tersebut juga mengingatkan kepala sekolah, guru dan pegawai agar tetap melaksanakan tugas di sekolah seperti melaksanakan, penyelesaian administrasi, dan atau tugas lainnya.

Ilustrasi kabut asap di Kota Padang.
Ilustrasi kabut asap di Kota Padang. (Internet via TribunPekanbaru.com)

Ia juga mengingatkan, pihak sekolah untuk memberikan tugas mandiri bagi peserta didik untuk belajar di rumah.

Serta melakukan evaluasi terhadap tugas peserta didik tersebut.

Bupati Yuswir Arifin juga mengingatkan orang tua untuk memantau aktivitas anak-anak selama di rumah.

"Selama anak diliburkan tidak boleh di luar rumah dan diawasi oleh orang tua," kata Yuswir Arifin dalam surat itu. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved