Berita Sumbar Hari Ini

Sumatera Barat Segera Tambah 15 Shelter Sensor di Tujuh Kabupaten

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami kedeputian Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rahmat Tri

Sumatera Barat Segera Tambah 15 Shelter Sensor di Tujuh Kabupaten
TribunPadang.com /Rima Kurniati
Suasana seminar nasional dengan tema Inovasi Teknologi dan Infrastruktur untuk Mitigasi Bencana pada Indonesia 4.0 di Aula ITP, Kamis (10/10/2019). 

15 Shelter Sensor Segera Dibangun di Tujuh Kabupaten dalam Wilayah Sumatera Barat

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami kedeputian Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyano mengatakan 15 Shelter sensor akan dibangun di  tujuh kabupaten dalam wilayah Sumatera Barat (Sumbar).

Diantaranya, di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) sebanyak 5 buah, Kabupaten Solok (1) , Kabupaten Solok Selatan ( 2), Kabupaten Agam (2), Kabupaten Limapuluh Kota (2), Kabupaten Pasaman Barat (2) dan Kabupaten Pasaman (1) .

"Itu melengkapi 6 yang sudah ada. Nanti ada 21 shelter sensor di Sumatera Barat," kata Rahmat Triyano pada Kamis (10/10/2019) di seminar nasional dengan tema Inovasi Teknologi dan Infrastruktur untuk Mitigasi Bencana pada Indonesia 4.0 di Aula ITP.

Sebelumnya, sudah 6 buah shalter sensor di antaranya di Padang, Padang Panjang, Sungai Dareh, Simpang Empat, Siberut dan Pulai Pagai.

Dikatakan juga, BMKG Pusat akan menginstalasi 50 seismometer Indonesia Earthquake Early Warning Sistem (InaEEWS, yang tersebar di kabupaten/kota di Sumatera Barat.

"Alat ini berasal dari hibah sebanyak 200 dari China. Sensor ini bisa menginformasikan dengan selisih waktu 10-15 detik setelah terjadi gempa," kata Rahmat Triyano.

InaEEWS bisa memberikan informasi lebih dini sebelum gempa kuat melanda suatu kawasan dengan selisih 10-15 detik jika berdekatan dengan letak sensor.

Sejauh ini lanjutnya, sistem ini bermanfaat bagi masyarakat untuk bertindak lebih cepat menyelamatkan diri.

Selain itu, dapat mengamankan objek vital berbasis respon instrumen, seperti sistem transportasi cepat dan industri penting dapat dinonaktifkan beberapa detik lebih awal sebelum gempa. (*)

Penulis: Rima Kurniati
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved