Mengenal Gangguan Mental Pseudobulbar Affect (PBA) yang Dialami Joker, Saat Sedih Malah Tertawa

Tokoh bernama Arthur Fleck di ‘Joker’ tidak bisa mengendalikan tawanya. Bahkan di saat sedih pun tokoh yang di film tersebut berprofesi sebagai badut

Mengenal Gangguan Mental Pseudobulbar Affect (PBA) yang Dialami Joker, Saat Sedih Malah Tertawa
Express.co.uk
joaquin-phoenix-berperan-jadi-joker 

TRIBUNPADANG.COM - Tokoh bernama Arthur Fleck di ‘Joker’ tidak bisa mengendalikan tawanya.

Bahkan di saat sedih pun tokoh yang di film tersebut berprofesi sebagai badut itu pun ia malah tertawa.

Tertawa berlebih dan tak terkendali yang bisa berlangsung dalam beberapa detik hingga hitungan menit yang dialami Joker ini karena adanya gangguan mental yang disebut Pseudobulbar Affect (PBA).

Kontroversi Film Joker yang Mengancam Keamanan di Amerika Serikat, Tingkat Kejahatan Meningkat

Jadwal Bioskop Kota Padang Hari Ini Kamis 10 Oktober 2019, Film Gemini Man dan Joker Masih Tayang

Psikolog Monica Sulistyawati menjelaskan PBA ini terjadi akibat gangguan fungsi neurologis yang disebabkan trauma atau luka pada otak (brain injury) yang mempengaruhi bagian otak yang mengendalikan emosi, yakni prefrontal korteks.

"Orang yang mengalami PBA tetap merasakan emosi secara normal namun seringkali ekspresinya yang tidak tepat atau berlebihan, misalnya situasi marah dan frustasi, ia justru tertawa terbahak-bahak," ungkap Monica kepada Tribunnews.com, Rabu (9/10/2019).

Gangguan PBA ini juga bisa disebabkan oleh adanya kekecewaan pada diri sendiri maupun amarah yang menumpuk.

Cuplikan Trailer Joker. Suara Tawa Joker Disebut Menghantui Penonton, Joaquin Phoenix Berikan Penjelasan (Warner Bros)
Cuplikan Trailer Joker. Suara Tawa Joker Disebut Menghantui Penonton, Joaquin Phoenix Berikan Penjelasan (Warner Bros) ()

Alhasil seseorang yang mengalami gangguan PBA ini akan mengalami kecemasan dan rasa malu dalam melakukan aktivitas sehari-harinya di depan umum sehingga sulit untuk berinteraksi dengan sekitar.

"Ini akan memicu terjadinya keengganan untuk berinteraksi sosial, menutup diri, dan menurunnya kualitas hidup si penderita sehingga memang sangat perlu ditangani," ucap Monica.

Kalau kualitas hidup sudah menurun tentunya harus cepat mencari bantuan misalnya konsultasi ke neurologist, psikolog, atau ke psikiater. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mengenal Gangguan Mental yang Dialami Joker, Saat Sedih Malah Tertawa,

Editor: Mona Triana
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved