Sebanyak 596 Perantau Minang di Wamena Sudah Kembali ke Kampung Halaman

Sebanyak 596 perantau Minang di Wamena sudah kembali ke kampung halaman setelah kerusuhan Wamena 23 September 2019 lalu.

Sebanyak 596 Perantau Minang di Wamena Sudah Kembali ke Kampung Halaman
Humas Pemprov Sumbar
Wagub Sumbar Nasrul Abit saat berada di Wamena Papua baru-baru ini. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sebanyak 596 perantau Minang di Wamena sudah kembali ke kampung halaman setelah kerusuhan Wamena 23 September 2019 lalu.

Sementara, 213 lainnya masih berada di Wamena dan sudah mulai membuka usaha dan bekerja.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit berharap masyarakat tidak lagi berpikir untuk eksodus dari Wamena.

Menurutnya terpenting saat ini perantau Minang aman berada di Wamena.

"Kalau sudah ada rasa aman dan nyaman, mereka tidak akan pulang," kata Nasrul Abit di Auditorium Gubernuran, Rabu (9/10/2019).

Dewan Ulama Thariqah Internasional Serahkan Rp2,5 Miliar, Bantu Warga Minang Korban Kerusuhan Wamena

Pulang ke Kampung Halaman di Pesisir Selatan Pasca Kerusuhan di Wamena, Reni Ingin Pulihkan Trauma

Ini Sepenggal Kisah Perantau Minang yang Selamat dari Kerusuhan di Wamena

Anak-anak pengungsi Wamena asal Sumbar yang saat ini berada di kampung halaman, kata Nasrul Abit, sudah ada yang mulai masuk sekolah.

"Di kampungpun mereka sudah didata, siapa yang akan bertahan di daerahnya dan siapa yang akan kembali ke Wamena," tambah Nasrul Abit.

Nasrul Abit menyebut penduduk Wamena asal Sumbar saat ini ada yang menetap di Wamena, ada yang pindah ke provinsi lain

Rata-rata memang pulang kampung.

Dia menambahkan, ada juga yang ingin kembali karena punya mata pencaharian di Wamena dan punya aset di sana.

Perantau Minang Bertahap Tinggalkan Wamena Papua, Gubernur Sumbar: Kami Tidak Bisa Melarang

Pelajar Wamena Papua yang Eksodus ke Sumbar Dijamin Pendidikannya, Wagub: Jangan Tanya Persyaratan

Terkait biaya jika mereka ingin kembali ke Wamena, lanjut Nasrul Abit, Pemrov Sumbar belum memikirkan hal itu.

Namun, pihaknya akan segera merapatkan itu bersama gubernur.

"Kalau sumbangan dibagi habis hingga mereka kembali ke Wamena, bisa saja. Tentu perlu dirapatkan," sebut Nasrul Abit.(*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: afrizal
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved