Industri Batik di Sumatera Barat Terhalang Kesulitan Motif dan Kelangkaan SDM Pengrajin Batik

Guru Besar Ilmu Arkeologi Universitas Andalas (Unand), Prof Herwandi mengungkapkan industri batik di Sumatera Barat belum berkembang dengan baik.

Industri Batik di Sumatera Barat Terhalang Kesulitan Motif dan Kelangkaan SDM Pengrajin Batik
TribunPadang.com/Debi Gunawan
Prof Herwandi.jpg 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Debi Gunawan

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Guru Besar Ilmu Arkeologi Universitas Andalas (Unand), Prof Herwandi mengungkapkan industri batik di Sumatera Barat belum berkembang dengan baik.

Dosen yang memiliki 42 sertifikat hak atas kekayaan intelektual (HaKI) motif batik ini mengatakan meskipun industri batik sudah mulai bergairah namun belum bisa menjadi tuan rumah di rumah sendiri.

"Permintaan pasar sebenarnya jauh lebih besar dari produksi yang ada, namun tak terpenuhi oleh produksi lokal," ungkapnya, Senin (7/10/2019).

TRIBUNWIKI : 42 Judul dan Tema Sertifikat HaKI Motif Batik Milik Dosen Unand, Prof Herwandi

Herwandi dan Fashbir Noor Sidin Dikukuhkan Jadi Guru Besar Arkeologi dan Ekonomi Perkotaan Unand

Ia menuturkan sebagian besar kebutuhan batik di daerah Sumatera Barat masih dipasok dari Pulau Jawa.

Selain kualitas yang lebih baik, batik-batik dari Pulau Jawa juga gampang untuk memperolehnya.

"Sumatera Barat sebetulnya kekurangan tenaga dan sumber daya manusia pengrajin batik. Sentra-sentra industri batik di Sumatera Barat belum merata ke setiap kabupaten dan kota,"jelasnya.

POPULER SUMBAR - Herwandi Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unand| Di Balik Kunjungan Wagub ke Wamena

Beri Kuliah Umum di FIB Unand, Sekolah Tinggi Ilmu Beruk Jadi Pembahasan Wali Kota Pariaman

Herwandi menuturkan daerah-daerah yang sudah memiliki sentra industri batik antara lain Kota Padang, Kabupaten Dharmasraya, dan Pesisir Selatan.

"Jika dijumlahkan, pengrajin yang ada tidak lebih dari 120 an orang," ungkapnya.

Dari 120 an pengrajin itu, menurut Herwandi yang bisa mengerjakan dari awal sampai tuntas hanya hitungan jari.

POPULER SUMBAR - Alumni Unand, Alfiandri yang Protes Jadi Viral| DPRD Sumbar Lapor Polisi

Alumni Unand, Inilah Alfiandri yang Protes Anggota DPRD Sumbar Provokasi Mahasiswa Turunkan Jokowi

Dan yang paling langka lagi, pengrajin yang mampu membuat dan mendesain motif batik, baik menciplak motif tradisional, maupun menciptakan motif-motif baru.

"Apalagi yang mampu membuat yang sesuai dengan filosofi adat Minangkabau," pungkasnya. (*)

Penulis: Debi Gunawan
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved