Turunnya Harga Cabai Merah dan Bawang Merah Picu Deflasi di Kota Padang dan Bukittinggi

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Padang dan Bukittinggi pada September 2019

Turunnya Harga Cabai Merah dan Bawang Merah Picu Deflasi di Kota Padang dan Bukittinggi
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Kepala BPS Sumbar Sukardi saat ditemui di kantor BPS 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Padang dan Bukittinggi pada September 2019 secara umum menunjukkan adanya penurunan.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan BPS Sumbar pada September 2019, Padang mengalami deflasi 0,95 persen dengan andil terbesar cabai merah, bawang merah, dan tomat sayur.

"Begitupun dengan Kota Bukittinggi. Bukittinggi mengalami deflasi sebesar 1,10 persen dengan andil terbesar cabai merah, bawang merah, dan jeruk," kata Kepala BPS Sumbar, Sukardi, Selasa (1/10/2019).

Badan Pusat Statistik (BPS) Klaim Kabut Asap Tak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan Asing ke Sumbar

Akibat Kabut Asap, Harga Cabai dan Bawang Turun di Pasar Raya Padang

Harga Bawang Putih di Pasar Raya Padang Mulai Turun, Sentuh Harga Rp 30 Ribu Per Kilogram

Menurut Sukardi, mayoritas deflasi terutama terjadi di kelompok makanan.

Terutama adalah cabai merah dan bawang merah.

"Cabai merah dan bawang merah di kota Padang dan Bukittinggi memang terjadi penurunan harga yang cukup besar," sebut Sukardi.

Cabai merah pada September 2019 harganya turun dibanding Agustus 2019 sebesar 23,46 persen sehingga menyebabkan andil deflasi 1,02 persen.

Harga Bawang Putih di Padang Sentuh Rp 54 Ribu/kg, Kadis Perindag Prediksi Pekan Depan Teratasi

Harga Bawang Putih Melonjak di Pasar,Pedagang: Harga Mending Mahal daripada Murah,Jualan Cepat Laku

Harga Bawang Putih Melonjak Tinggi, Sentuh Harga Rp 55 Ribu Per Kilogram di Pasar Alai Padang

Di Bukittinggi, cabai merah merah turun harganya 25, 52 persen sehingga menyebabkan andil deflasi sebesar 0,87 persen.

"Untuk bawang merah juga demikian, baik di Kota Bukittinggi maupun di Kota Padang. Andilnya cukup besar sehingga komoditas ini sangat mempengaruhi deflasi di Kota Padang dan Bukittinggi," ucap Sukardi.

Sementara untuk jengkol, menurut Sukardi, juga memang sangat mempengaruhi inflasi maupun deflasi.

"Tapi untuk September 2019, jengkol di Padang masih mengalami kenaikan harga sebesar 1,54 persen," tutur Sukardi.

Harga Bawang Mengalami Kenaikan, Konsumen Mengeluh

Jorge Lorenzo Sebut Honda Berpotensi untuk Bisa Penuhi Keingainannya

Siaran Langsung Juventus vs Bayer Leverkusen Liga Champions, Cek Link Live Streaming & Live Score

Lebih lanjut ia menambahkan, berdasarkan pengalaman biasanya pada Desember dan Januari, cenderung terjadi inflasi.

"Pada perayaan tahun baru dan natal, permintaan barang akan meningkat. Tahun lalu, inflasi Desember di kota Padang 0,16 persen, sementara di Bukittinggi, Desember lalu inflasi sebesar 0,41 persen. Tidak besar," ujar Sukardi. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved