MUI Sumatera Barat Fatwakan Haram untuk Produk Gunakan Nama-nama; "Neraka, Setan, Iblis"

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar) menfatwakan penggunaan nama produk seperti kata "neraka, setan, iblis," sebagai nam

MUI Sumatera Barat Fatwakan Haram untuk Produk Gunakan Nama-nama;
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Ilustrasi: Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Sumatera Barat Yan Heryandi 

MUI Sumbar Fatwakan nama Produk "Neraka, Setan, Iblis" sebagai Nama Produk yang Haram

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar) menfatwakan penggunaan nama produk seperti kata "neraka, setan, iblis," sebagai nama yang haram atau dilarang dalam Islam.

Hal itu berdasarkan putusan MUI Sumbar dalam rapat koordinasi daerah MUI Sumbar dan MUI kabupaten/kota se-Sumbar pada 20 Juli 2019 lalu.

Satpol PP Kota Padang akan Tertibkan Nama Kafe dan Makanan Menggunakan Kata Neraka

Wali Kota Mahyeldi Tegaskan Siap Jamin Keselamatan Warga Asal Papua di Padang

Penggunaan nama produk terkait hal-hal prinsup dalam islam yerkait akidah seperti kata "neraka", "setan", "iblis" maka hukumnya haram.

Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar membenarkan fatwa tersebut saat dikonfirmasi, Selasa (1/10/2019) di Kota Padang, Provinsi Sumbar.

Menurutnya, nama produk makanan seperti mie setan, mie Iblis ialah nama makanan yang diharamkan dalam Islam.

"Fatwa tentang memakai nama itu,sebagai nama makanan yang diharamkan," kata Buya Gusrizal Gazahar pada Selasa di Padang.

Adapun penggunaan nama produk terkait dengan akhlak dan etika seperti, "ayam dada montok", "mie caruik" maka hukumnya makruh.

Lebih lanjut, bahwa putusan MUI Sumbar tersebut juga disertai dengan rekomendasi kepada pemerintah agar meregulasikannya ke dalam rangkaian implementasi fatwa ini.

Selain itu, seruannya agar pemerintah bisa menindaklanjuti fatwa tersebut dalam bentuk imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Sedangkan, kepada masyarakat diimbau agar tidak mengkonsumsi produk yang menggunakan nama-nama yang dilarang dalam fatwa tersebut.

Terakhir, kepada LPPOM MUI untuk tidak menerbitkan sertifikat halal terhadap produk yang menggunakan nama-nama yang tidak sesuai syariat.(*)

Penulis: Rima Kurniati
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved