10 Tahun Gempa Padang

Kota Padang Berpotensi Dilanda Likuefaksi saat Gempa, Ahli: Peta Penyebarannya Belum Dipublis

Guru Besar Teknik Sipil Universitas Andalas (Unand) Prof Ir Abdul Hakam MT PhD menyampaikan, bahwa Kota Padang sangat berpotensi terjadinya likuefaksi

Kota Padang Berpotensi Dilanda Likuefaksi saat Gempa, Ahli: Peta Penyebarannya Belum Dipublis
TRIBUNPADANG.COM/DEBI GUNAWAN
Guru Besar Universitas Andalas, Prof Ir Abdul Hakam MT PhD 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Debi Gunawan

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Guru Besar Teknik Sipil Universitas Andalas (Unand) Prof Ir Abdul Hakam MT PhD menyampaikan, bahwa Kota Padang sangat berpotensi terjadinya likuefaksi.

Ia menjelaskan, likuefaksi merupakan kondisi tanah tiba-tiba menjadi lunak seperti bubur ketika atau beberapa saat terjadi gempa bumi.

"Bahkan pada gempa 2009 yang lalu, telah banyak terjadi, dan gedung-gedung yang runtuh, banyak berada di atas tanah yang terlikuefaksi sebagian," ungkapnya saat dihubungi TribunPadang.com, Senin (30/9/2019).

12 Mahasiswa Meninggal Akibat Gempa 30 September 2009, STBA Prayoga Padang Gelar Tabur Bunga

Ia juga pernah menerbitkan karya ilmiah dengan judul Kajian Prosedur Analisis Potensi Likuifaksi dan Pemetaan Bahaya Likuifaksi di Kota Padang.

Saat ditanyakan pemetaan wilayah potensi likuefaksi yang ada di Kota Padang, demi tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat, dia tidak mempublis untuk umum.

"Peta penyebarannya belum dipublis, karena akan membuat masyarakat gaduh, tetapi ada dipublish untuk keperluan akademis," jelasnya.

LIVE STREAMING: Peringatan Gempa Sumbar 30 September 2009 di Tugu Gempa Padang

Ia meminta pemerintah segera melakukan pemetaan daerah rawan likuefaksi agar melindungi masyarakat dari kerugian.

Abdul Hakam mengatakan, likuefaksi bisa berdampak terhadap rumah terbenam ke dalam tanah.

Tanah menjadi retak-retak, tanggul di tepi sungai atau dekat laut akan runtuh, serta tanah merekah panjang.

"Penyebab likuifaksi adalah jenis tanahnya dan gempa. Jadi tergantung jenis tanah dan seberapa besar dan lama gempanya," pungkasnya.(*)

Penulis: Debi Gunawan
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved