10 Tahun Gempa Padang

12 Mahasiswa Meninggal Akibat Gempa 30 September 2009, STBA Prayoga Padang Gelar Tabur Bunga

Memperingati 10 tahun Gempa Padang yang terjadi 2009 yang lalu, STBA Prayoga lakukan peringatan tabur bunga.

12 Mahasiswa Meninggal Akibat Gempa 30 September 2009, STBA Prayoga Padang Gelar Tabur Bunga
TribunPadang.com/Merinda Faradianti
Kegiatan tabur bunga di STBA Prayoga Padang dalam peringatan 10 tahun gempa Padang, Senin (30/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Merinda Faradianti

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Memperingati 10 tahun Gempa Padang yang terjadi 2009 yang lalu, STBA Prayoga lakukan peringatan tabur bunga.

Hal tersebut dimaksudkan guna untuk memperingati mahasiswa STBA Prayoga yang tewas dalam tragedi bencana pada saat itu.

Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan rumput STBA Prayoga ini dimulai pada pukul 17.00 WIB dengan terlebih dahulu para dosen menceritakan kilas balik tragedi gempa 2009.

LIVE STREAMING: Peringatan Gempa Sumbar 30 September 2009 di Tugu Gempa Padang

Seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua Bidang Akademik STBA Prayoga Padang, Yusmalinda saat diwawancarai, Senin (30/9/2019) sore.

"Rangkaian acaranya menceritakan kembali kilas balik gempa yang terjadi di sini. Kemudian berdoa secara Khatolik dan Islam.

Selanjutnya dilaksanakan tabur bunga guna mengenang teman-teman yang menjadi korban," katanya kepada TribunPadang.

Gubernur Irwan Prayitno Siap Bacakan Puisi pada Acara Refleksi 10 Tahun Gempa Sumbar

Kegiatan tersebut memang merupakan acara tahunan untuk memperingati tragedi gempa yang menewaskan lebih kurang 12 mahasiswanya.

"Pada saat terjadi gempa saya tidak di tempat karena surat cuti saya sudah keluar. Saya waktu itu berencana akan ke Amerika Serikat.

Namun, setelah gempa saya merasa sedih sekali karena yang menjadi korban merupakan anak-anak yang baik," lanjutnya.

Pada saat tabur bunga para mahasiswa yang hadir menyanyikan lagu You Rise Me Up karya Josh Groban sambil bergantian menaburkan bunga di lokasi titik tangga yang gedung STBA Prayoga yang runtuh.

DETIK-DETIK Peringatan Gempa 30 September 2009 Dimulai dari Tugu Gempa, Kota Padang

Yusmalinda yang telah menjadi tenaga pengajar di sana dari tahun 1997 menuturkan ia dan keluarga STBA Prayoga Padang lainnya merasa sangat kehilangan.

"Harapannya kejadian ini tidak terjadi lagi hendaknya. Pada mahasiswa yang lainnya juga kami katakan untuk selalu mendoakan serta tidak takut.

Kadang ada mahasiswa yang takut ada hantu, maka dari itu kami selalu bilang untuk tidak takut. Karena memang tidak pernah terjadi kejadian horor," jelasnya.(*)

Penulis: Merinda Faradianti
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved