Berita Padang Hari Ini

Demo Mahasiswa di DPRD Sumbar Membawa Berkah, Pemulung: Alhamdulillah, Dapat Rezeki

Demo ribuan mahasiswa di DPRD Sumatera Barat (Sumbar) berlangsung anarkis, Rabu (25/9/2019).

Demo Mahasiswa di DPRD Sumbar Membawa Berkah, Pemulung: Alhamdulillah, Dapat Rezeki
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Dasril, seorang pemulung yang mengumpulkan barang bekas di tengah aksi demo di DPRD Sumbar, Rabu (25/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Demo ribuan mahasiswa di DPRD Sumatera Barat (Sumbar) berlangsung anarkis, Rabu (25/9/2019).

Mahasiswa berhasil menerobos masuk ke gedung DPRD Sumbar sekitar pukul 15.00 WIB dan membuat fasilitas yang ada rusak.

Namun, ternyata aksi demo mahasiswa kali ini membawa berkah bagi pemulung.

Aksi Demo di DPRD Sumbar Ricuh, Ruang Sidang Dikuasai, Mahasiswa: Ke Mana Mereka?

Pemulung memanfaatkan momen unjuk rasa untuk mengais rezeki.

Botol-botol bekas yang berserakan dipungut dan dikumpulkan.

"Alhamdulillah dapat rezeki," kata Dasril, seorang pemulung yang tinggal di sekitar kampus Bung Hatta, Padang, Sumbar.

Tak butuh lama bagi Dasril untuk mengumpulkan barang bekas.

Dasril, seorang pemulung yang mengumpulkan barang bekas di tengah aksi demo di DPRD Sumbar, Rabu (25/9/2019).
Dasril, seorang pemulung yang mengumpulkan barang bekas di tengah aksi demo di DPRD Sumbar, Rabu (25/9/2019). (TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA)

Dinas PMPST Kota Padang Layani Urusan Perizinan Lewat Online, Berikut 10 Jenis Perizinan

"Belum lama saja saya di sini (halaman kantor DPRD Sumbar) sudah berhasil mengumpulkan dua karung botol bekas," ujarnya.

Biasanya, pria berusia 38 tahun ini mampu mengumpulkan botol bekas sebanyak dua karung jika telah berjalan mengelilingi sudut kota.

"Itu dua kali jalan lho. Kalau saat demo ini, biasanya dua karung bisa terkumpul di satu tempat tanpa berkeliling," ujar Dasril.

Demo Mahasiswa di Padang, DPRD Sumbar Kirim Surat ke Jokowi dan DPR RI yang Berisi Tuntutan

Untuk satu kilogram botol bekas, biasanya Dasril menjual dengan harga yang berbeda.

"Harga botol plastik lumayan tinggi. Aqua botol biasanya saya jual seharga Rp 7.000, sementara aqua gelas Rp 3.000. Kenapa beda? Karena kualitasnya juga beda," ungkap Dasril.

Per hari, Dasril biasanya mampu mengumpulkan sekitar 15 kilogram botol bekas.

"Lumayanlah, untuk makan sehari-hari," tuturnya.(*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved