Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli Kepingan VCD/DVD di Pasar Raya Padang

Suasana di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sempat hiruk pikuk. Aktivitas jual beli di pasar

Tayang:
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com /Rizka Desri Yusfita
Para Pedagang VCD/DVD di Pasar Raya Padang 

Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli Kepingan VCD/DVD di Pasar Raya Padang

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Suasana di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sempat hiruk pikuk.

Aktivitas jual beli di pasar tradisional yang berada di ibukota provinsi ini cukup ramai.

Suara tawar-menawarpun kian santer terdengar.

Terlihat, banyak pengendara lalu lalang sambil membunyikan klakson kendaraanya.

Suara klakson itu beradu dengan suara musik VCD/DVD yang diputar pria berusia 60 tahun bernama Joni.

Dihampiri TribunPadang.com, Joni mulai mengecilkan musiknya.

Joni menuturkan, sudah 40 tahun lamanya ia menjual kepingan VCD/DVD.

"Belum ada internet itu, saya sudah menjual VCD. Sekarang, mana ada yang ke sini? Kalaupun ada, bisa dihitung jari," ungkap Joni.

Joni mengaku sejak orang mulai banyak menggunakan android, pembeli VCD-nya sepi.

"Sekarang sudah bisa menonton vidio dan mendengar musik lewat youtube dan lainnya.

Mereka juga bisa unduh lagu menggunakan aplikasi. Buat apa lagi mereka beli CD?," tanya Joni sambil kembali mengeraskan dentuman musiknya.

Joni mengenang, dulu masih banyak VCD atau DVD miliknya yang dicari orang terutama bagi penyuka musik maupun film dari berbagai kalangan.

Kini, Joni hanya mengaku prihatin. Ia menilai menurunnya penjualan VCD/DVD memang karena pengaruh internet.

"Saya prihatin dengan kebijakan yang diambil pemerintah. Semua serba diizinkan. Tidak ada yang memikirkan bagaimana pengaruhnya kepada rakyat bawahan seperti saya," ungkap Joni.

Joni menilai para manajemen musik maupun penyanyi lebih suka merilis lagu melalui akun youtube.

"Mungkin mereka berpikir, rilis lagu lewat akun youtube lebih cepat dikenal dan lebih cepat menerima pendapatan.

Sementara, lewat produsen berbulan-bulan baru menerima penghasilan," kata Joni.

Joni mengklaim, VCD/DVD yang dijualnya merupakan barang original bukan barang bajakan.

"Satu keping VCD saya jual harga Rp 15 hingga 30 ribu," ujar pria asal Padang ini.

VCD yang ia jual berupa lagu dangdut, lagu Minang, Malaysia, dan lainnya.

"Kalau lagu populer, lebih banyak di youtube," ujarnya.

Kendati demikian, Joni mengaku masih mampu menghidupi keluarganya dengan macam-macam pekerjaan lain di antaranya buka rental mobil dan lain-lain.

"Kita pasrah dan bersyukur aja. Toh, masih bisa kerja sampingan lain. Semoga ke depan pemerintah mempertimbangkan segala kebijakan yang diambil," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved