Berita Sumbar Hari Ini

BPBD Sumbar Sebut 20 Hektar Hutan di Sumatera Barat Terbakar

Erman Rahman menjelaskan kebakaran hutan terjadi karena alih fungsi lahan. Selanjutnya, diduga karena kelalaian dari manusia.

BPBD Sumbar Sebut 20 Hektar Hutan di Sumatera Barat Terbakar
TribunPadang.com/RizkaDesriYusfita
Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Erman Rahman yang ditemui Jumat (13/9/2019) menuturkan sekitar 20 ha hutan di Sumbar terbakar 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar menyebut sekitar 20 hektar hutan dan lahan yang ada di Sumbar ludes terbakar.

"Untuk kebakaran hutan, terpantau ada 12 titik di Sumbar. Dari 12 daerah titik api diperkirakan luasnya lebih kurang 20 Ha.

Yang masih menyala hingga hari ini saya dapat informasi sudah tidak ada lagi. Sudah pendinginan," kata Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Erman Rahman, Jumat (13/9/2019).

Erman Rahman menyebut boleh dikatakan 90 persen api yang menyala sudah padam dan sedang dalam proses pendinginan seperti di daerah Tanah Datar, Dharmasraya, Limapuluh Kota, dan Pesisir Selatan.

Sumbar Terpapar Kabut Asap Kebakaran Hutan, Wagub Sumbar Nasrul Abit Langsung Bagi-bagi Masker

Kualitas Udara di Sumbar Menurun, Nasrul Abit sebut Akibat Kabut Asap Kiriman dari Provinsi Tetangga

"Alhamdulillah sudah padam. Begitupun titik api di Sawahlunto, sudah padam. Di Sawahlunto hutan yang terbakar tidak luas, yang luas itu ada sekitar 5 Ha di Tanah Datar," sambung Erman Rahman.

Dikatakan Erman Rahman, kini pihaknya berupaya melakukan pendinginan agar tidak terjadi kebakaran.

"Kini pendinginan. Kabut asap sekarang ini merupakan dampak dari Pekanbaru dan Jambi," ungkap Erman Rahman.

Ia mengaku, api sulit dipadamkan di lahan yang terbakar karena jarak yang jauh dari pemukiman.

"Alat transportasi kita butuh waktu untuk sampai ke lokasi kebakaran. Kami tidak bisa menggunakan mobil kebakaran karena tidak bisa sampai ke lokasi," kata dia.

Kualitas Udara Memburuk, Pemprov Sumbar Imbau Masyarakat Kurangi Aktivitas Di Luar Ruangan

Kabut Asap di Riau dan Jambi,Pemprov Sumbar Upayakan Bantu Perantau Minang Jika Ingin Pulang Kampung

Erman Rahman menjelaskan kebakaran hutan terjadi karena alih fungsi lahan. Selanjutnya, diduga karena kelalaian dari manusia.

"Apalagi sekarang musim panas. Puntung rokok yang dibuang sembarangan saja, itu bisa menyebabkan kebakaran," ucapnya.

Antisipasi ke depan yang dilakukan ialah terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang menimbulkan kerugian bersama.

"Jangan melakukan pembakaran untuk ahli fungsi lahan karena sebagaian daerah kita adalah daerah gambut.

Terkadang kami kesulitan, di lahan A sudah berhasil dipadamkan, lalu kita pindah ke Lahan B, lahan A terbakar lagi," ujar Erman Rahman.

Kabut Asap di Siak Riau Makin Pekat, Kualitas Udara Memburuk, Sekolah Terpaksa Diliburkan

Sejauh ini, kata dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan, Pihak Kepolisian, tokoh masyarakat, dan Damkar karena memang penanganan kebakaran hutan tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: afrizal
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved