Berita Sumbar Hari Ini

Pemprov Sumbar Gelar Penertiban Ratusan Bagan dan Keramba di Danau Singkarak Akhir September

Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sumatera Barat (Sumbar) mengklaim pihaknya serius menertibkan ratusan bagan dan keramba di Danau Singkarak.

Pemprov Sumbar Gelar Penertiban Ratusan Bagan dan Keramba di Danau Singkarak Akhir September
TribunPadang.com/RizkaDesriYusfita
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Yosmeri 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sumatera Barat (Sumbar) mengklaim pihaknya serius menertibkan ratusan bagan dan keramba di Danau Singkarak.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar Yosmeri kepada TribunPadang.com mengatakan pihaknya sudah beberapa kali melakukan penertiban di Danau Singkarak.

Penertiban harus dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya menyelamatkan populasi ikan bilih di Danau Singkarak.

"Persoalan bagan dan keramba di Danau Singkarak, Minggu kemarin kita sudah rapat.

Pemkab Solok Ingin Arosuka Lebih Dikenal, Itukah Alasan Danau Singkarak Tak Masuk Rute TdS 2019?

Rute Tour de Singkarak Terancam Tak Lewati Danau Singkarak? Kadispar Sumbar: Dalam Pertimbangan

Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Tertibkan Alat Tangkap Bagan di Danau Singkarak

Rapat tersebut melibatkan instansi terkait di antaranya Wali nagari, Aparat, Koramil, Polsek, Polres, Kodim, Pemda Kab Solok, Pemkab Tanah Datar dan Dinas terkait.

Seperti ketentuan, Pergub melarang pengoperasian bagan di Danau Singkarak dan Perda pun sudah ada yang mengatur bahwasanya bagan dilarang di Danau Singkarak," kata Yosmeri, Rabu (11/9/2019).

Yosmeri menambahkan segala ketentuan yang diatur dalam Pergub sudah disepakati oleh masyarakat.

"Semua aturan sudah disepakati. Oleh karena itu, kita akan melakukan penertiban kembali bagan dan keramba hingga selesai di Danau Singarak. Di dalam Perda sudah dijelaskan, bagan dan keramba harus nol," tegas Yosmeri.

Rencananya, akhir September ini pihaknya kembali melakukan penertiban di Danau Singkarak.

Menurut Yosmeri, nelayan tradisional yang jumlahnya ribuan sudah merasa terganggu dengan adanya bagan.

"Jumlah bagan di Danau Singkarak sekitar 500 bagan dan 270 keramba. Tentu hal ini harus ditertibkan agar ikan bilih tidak punah dan pariwisata tidak terganggu.

Sebab kita tahu, Danau Singkarak di samping menunjang perekonomian masyarakat juga mendukung pariwisata," jelas Yosmeri.

Dalam penertiban, Yosmeri tidak menampik adanya masalah, namun pihaknya akan terus berupaya hingga persoalan bagan dan keramba tuntas.

"Sebagian besar ada yang mau ditertibkan dan ada yang tidak. Tentu ini masalah, tetapi ini harus ditertibkan," tutur Yosmeri. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: afrizal
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved