Kapal Kargo Bermuatan Nikel yang 11 Hari Hilang Kontak Diperkirakan Tenggelam

Kepala Basarnas Ternate Muhamad Arafa menduga kapal kargo MV Nur Allya yang mengangkut nikel telah tenggelam bersama 25 o

Kapal Kargo Bermuatan Nikel yang 11 Hari Hilang Kontak Diperkirakan Tenggelam
KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY
Tim SAR Pos Namlea dikerahkan untuk mencari kapal kargo MV Nur Allya yang hilang kontak di peraiaran Pulau Buru, Maluku, Minggu (25/8/2019/) fotodok Kepala Kantor SAR Ambon 

TRIBUNPADANG.COM - Kepala Basarnas Ternate Muhamad Arafa menduga kapal kargo MV Nur Allya yang mengangkut nikel telah tenggelam bersama 25 orang penumpang dan ABK saat kapal itu berlayar dari Pulau Weda Maluku Utara menuju, Morose Sulawesi Tenggara.

Kapal Kargo MV Nur Allya Muatan Nikel Dikabarkan Hilang di Sekitar Pulau Buru

Dugaan tersebut disampaikan Arafa kepada Kompas.com menyusul ditemukannya tumpahan minyak dan juga sekoci kapal tersebut yang ditemukan hanyut saat tim SAR gabungan menggelar operasi pencarian di peraiaran selatan Pulau Obi, Maluku Utara.

“Kemungkinan besar kapal itu (MV Nur Allya) telah tenggelam,”kata Arafa saat dikonfirmasi dari Ambon via telepon selulernya, Sabtu malam (31/8/2019).

Awalnya Arafa mengaku kemungkinan kapal sepanjang 189 meter dan lebar 33 meter itu tengelam sangat kecil.

Mengingat,  pihaknya tidak menemukan adanya tanda berupa barang dari kapal ataupun tumpahan minyak yang terapung di laut.

Saat disinggung soal upaya sabotase terhadap kapal tersebut, Arafa mengaku jika hal tersebut terjadi harusnya kapal tetap dapat ditemukan dalam operasi pencarian.

Namun faktanya meski pencarian telah dilakukan melalui laut dan pemantauan udara, namun kapal itu tidak juga di temukan keberadaannya.

Bukan sabotase

“Kalau kemungkinan sabotase tidak mungkin karena pasti kelihatan kapalnya, jadi kemungkinan paling besar, kapal itu tenggelam karena telah di temukan lifeboat dan juga tumpahan minyak, tapi kami mau bilang tenggelam bisa iya tapi kita belum temukan korban,”ungkapnya.

Muslimin mengaku saat kapal tersebut berlayar menuju Sulawesi Tenggara, kondisi laut di perairan Maluku Utara khususnya pada jalur pelayaran kapal tersebut normal dan tinggi gelombang hanya mencapai 1-2 meter.

Halaman
12
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved