Breaking News:

Padang

Ada Kampung Kesetiakawanan Sosial "Saiyo Sakato" untuk Pengemis dan Gelandangan di Balai Gadang

Hingga saat ini ada Kampung pengemis dan gelandangan di Kota Padang yang bernama Kampung Kesetiakawanan Sosial "Saiyo Sakato".

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Emil Mahmud
Tribunpadang.com/Rima Kurniati
Ilustrasi: Kantor Dinas Sosial Kota Padang 

Di Kelurahan Balai Gadang, Ada Kampung untuk Pengemis dan Gelandangan

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG -  Hingga saat ini ada Kampung pengemis dan gelandangan di Kota Padang yang bernama Kampung Kesetiakawanan Sosial "Saiyo Sakato".

Kampung ini beralamat di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang serta sudah ada ada semenjak 2017.

Kepala Dinas Sosil Padang, Afriadi mengatakan kampung ini merupakan program desa kumenanti dari kementerian Sosial.

"Saat ini ada 40 Kartu Keluarga di sana. Mereka kita beri pelatihan keterampilan.

Jika suka menjahit, kita berikan pelatihan menjahit, merangkai bunga," Jelas Afriadi Senin (26/8/2019).

Afriadi menjelaskan di kampung ini pengemis dan gelandang diberi pelatihan menjahit, merangkai bunga dan lainnya.

Selanjutnya, bagi mereka yang telah bisa mandiri, maka diganti dengan yang lainnya.

"Setelah empat tahun mereka diberi pelatihan, kita evaluasi. Jika sudah mandiri, maka digantikan dengan pengemis atau gelandangan lainnya," jelas Afriadi.

Sejauh ini lanjutnya sebagian dari para pengemis di Kota Padang kebanyakan berasal dari luar kota.

Penyebabnya, kata Afriadi dikarenakan Kota Padang ibukota provinsi banyak pengemis yang berdatangan.

Afriadi juga mengatakan sudah ada Perwako yang mengimbau masyarakat untuk tidak memberi sedekah pada pengemis di jalanan.

"Berikanlah sedekah ke musala, masjid atau lembaga yang jelas," kata Afriadi.

Penghasilan Pengemis Capai Rp 200 Ribu per hari

Selain itu, Afriadi mengatakan relatif banyaknya pengemis karena masyarakat masih memberi sedekah pada pengemis tersebut.

"Pengemis yang kita temui itu kaya-kaya. Penghasilan pengemis dalam sehari itu bisa sampai 200 ribu. Lebih besar daripada mereka bekerja," jelas Afriadi.

"Pengemis yang sudah ditangkap Satpol PP kita bina di LKPS. Setelah dibina, kita kembalikan.

Namun karena masih ada mental meminta, mereka kembali lagi mengemis," jelas Afriadi.

Afriadi mengatakan pengemis tidak boleh meminta-meminta di jalanan, karena akan menganggu jalan lalu lintas.

"Kami sudah katakan pada pengemis, kalau memang masih mengemis jangan mengemis di jalan.

Bisa di tempat lain, pasar atau depan masjid. Meskipun begitu kita tida menganjurkan mengemis," jelas Afriadi.

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved