Breaking News:

Padang

Ada Kampung Kesetiakawanan Sosial "Saiyo Sakato" untuk Pengemis dan Gelandangan di Balai Gadang

Hingga saat ini ada Kampung pengemis dan gelandangan di Kota Padang yang bernama Kampung Kesetiakawanan Sosial "Saiyo Sakato".

Tribunpadang.com/Rima Kurniati
Ilustrasi: Kantor Dinas Sosial Kota Padang 

Sejauh ini lanjutnya sebagian dari para pengemis di Kota Padang kebanyakan berasal dari luar kota.

Penyebabnya, kata Afriadi dikarenakan Kota Padang ibukota provinsi banyak pengemis yang berdatangan.

Afriadi juga mengatakan sudah ada Perwako yang mengimbau masyarakat untuk tidak memberi sedekah pada pengemis di jalanan.

"Berikanlah sedekah ke musala, masjid atau lembaga yang jelas," kata Afriadi.

Penghasilan Pengemis Capai Rp 200 Ribu per hari

Selain itu, Afriadi mengatakan relatif banyaknya pengemis karena masyarakat masih memberi sedekah pada pengemis tersebut.

"Pengemis yang kita temui itu kaya-kaya. Penghasilan pengemis dalam sehari itu bisa sampai 200 ribu. Lebih besar daripada mereka bekerja," jelas Afriadi.

"Pengemis yang sudah ditangkap Satpol PP kita bina di LKPS. Setelah dibina, kita kembalikan.

Namun karena masih ada mental meminta, mereka kembali lagi mengemis," jelas Afriadi.

Afriadi mengatakan pengemis tidak boleh meminta-meminta di jalanan, karena akan menganggu jalan lalu lintas.

"Kami sudah katakan pada pengemis, kalau memang masih mengemis jangan mengemis di jalan.

Bisa di tempat lain, pasar atau depan masjid. Meskipun begitu kita tida menganjurkan mengemis," jelas Afriadi.

Penulis: Rima Kurniati
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved