Travel

TRIBUNWIKI : 5 Objek Wisata Sejarah di Kota Batusangkar, Sumatera Barat

Di Kota Batusangkar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terdapat beberapa destinasi wisata sejarah yang patut dikunjungi oleh Tribunners.

Tayang:
Penulis: Merinda Faradianti | Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com/Merinda Faradianti
Benteng Van der Capellen 

TRIBUNWIKI : 5 Objek Wisata Sejarah di Kota Batusangkar

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Merinda Faradianti

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Di Kota Batusangkar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terdapat beberapa destinasi wisata sejarah yang patut dikunjungi oleh Tribunners.

Bagi Tribunners apabila sedang berada di Kota Batusangkar jangan lupa untuk mengunjungi tempat wisata tersebut.

Berikut TribunPadang.com berikan informasi mengenai destinasi wisata sejarah yang ada di Kota Batusangkar :

1. Benteng Van der Capellen

Benteng Van der Capellen
Benteng Van der Capellen (TribunPadang.com/Merinda Faradianti)

Benteng yang berada di Baringin, Limo Kaum Kota Batusangkar ini sudah berusia 2 abad lebih.

Nama benteng ini diambil dari nama gubernur Belanda yang pada saat itu menjabat di sana.

Bangunan Benteng Van der Capellen ini masih kokoh dengan dinding yang kuat dan juga pintu serta jendela yang masih asli.

Di sana pengunjung juga bisa melihat secara langsung meriam asli yang terletak tepat di depan pintu masuk benteng.

Kemudian, di dalam benteng juga terdapat empat sel penjara yang dulunya digunakan pemerintah Hindia Belanda memenjarakan para penentangnya.

Namun, dibalik cerita sejarahnya setiap hari Minggu di sana diadakan Pasar Kuliner Van der Capellen yang menjual berbagai makanan unik dan jadul.

Pengunjung bisa berbelanja dengan sebelumnya menukarkan uang dengan koin Van der Capellen seharga Rp 2500 per koinnya.

2 Istano Basa Pagaruyuang

Objek wisata Istano Basa Pagaruyuang ini merupakan ikonik dari Kota Batusangkar. Terletak sekitar 3 KM dari Pasar Batusangkar Istano Basa Pagaruyuang menyisakan banyak sekali cerita sejarah.

Di sepanjang jalan menuju Istano Basa Pagaruyuang, banyak Rumah Gadang yang berdiri kokoh. Bahkan masih ada yang tinggal di Rumah Gadang tersebut.

Di Istano Basa Pagaruyuang, pengunjung bisa melihat koleksi-koleksi baju adat, peninggalan kerajaan Pagaruyuang, hingga mencoba baju adat Minangkabau.

Menyuguhkan pemandangan bukit dibelakang Istano Basa Pagaruyuang, pengunjung dapat menikmati swa foto di setiap sudut di kawasan istano.

Kemudian, di sana juga terdapat lokasi foto 3D dan badut-badut lucu dan menggemaskan yang siap diajak untuk berfoto.

3 Puncak Pato

Berlokasi di Nagari Batu Bulek Kecamatan Lintau Buo Utara, Kota Batusangkar ini merupakan saksi sejarah sebagai benteng pertahanan kaum paderi saat menghadapi penjajah.

Di sana juga terdapat tugu Sumpah Satiah dengan 2 patung yang sedang bermusyawarah bersama.

Berjarak sekitar 10 KM dari Pasar Batusangkar, dapat ditempuh menggunakan kendaraan probadi maupun kendaraan umum.

Di Puncak Pato, selain menjadi saksi sejarah juga menyuguhkan pemandangan yang indah dengan Danau Singkarak yang terlihat jelas dan juga udara yang sejuk dengan pohon pinusnya.

Tak sedikit pengunjung menjadikan Puncak Pato menjadi salah satu tempat untuk foto prewedding. Karena pohon pinus yang rapat dan tinggi menambah kesan romantis saat di foto.

4  Danau Singkarak

Ilustrasi: Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, SIP, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Ir Yosmeri dan Kadis Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok Bapak Drh Kenedy  Hamzah, MSi melaksanakan peninjauan dan pengecekan terhadap kondisi Danau Singkarak, Selasa (23/4/2019).
Ilustrasi: Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, SIP, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Ir Yosmeri dan Kadis Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok Bapak Drh Kenedy Hamzah, MSi melaksanakan peninjauan dan pengecekan terhadap kondisi Danau Singkarak, Selasa (23/4/2019). (IST/DOK.PENREM 032/WIRABRAJA)

Berjarak sekitar 12 KM dari Pasar Batusangkar, Danau nomor dua terbesar di Pulau Sumatera ini memiliki sajian unik yang hanya dapat dijumpai di sana.

Ikan bilis atau masyarakat setempat menyenutnya dengan Ikan Bilih. Ikan yang memiliki ukuran tubuh kecil-kecil ini merupakan ikan endemik Danau Singkarak.

Memiliki rasa yang berbeda dengan ikan lainnya, ikan bilih menjadi oleh-oleh khas yang dibawa dari sana.

Uniknya lagi, ikan bilih tidak dapat dikembangbiakkan di tempat mana pun. Sehingga jika Anda ingin mencicipi ikan endemik ini berkunjunglah ke Danau Singakarak.

Kampung Terindah di Dunia Pariangan

Kampung yang berada di lereng Gunung Merapi ini terletak di Pariangan Kabupaten Tanah Datar.

Kampung Tuo Pariangan ini dinobatkan sebagai Kampung terindah didunia yang dijatuhkan oleh Travel Budget sebuah media pariwisata yang berpengaruh di dunia.

Masjid Ishlah di Kampung Terindah di Dunia Nagari Pariangan Batusangkar
Masjid Ishlah di Kampung Terindah di Dunia Nagari Pariangan Batusangkar (TribunPadang.com/Merinda Faradianti)

Objek wisata yang berjarak sekitar 14 km dari Kota Batusangkar ini memiliki masjid tua yang berusia ratusan tahun yang dikenal dengan nama Masjid Ishlah.

Di sana pengunjung jika ingin menunaikan salat, akan mengambil wudu dengan air panas yang langsung dari gunung.

Konon katanya, air tersebut dapat menyembuhkan gatal-gatal serta penyakit kulit lainnya.

Tak ada pungutan biaya untuk wisata ini cukup dengan membayar parkir saja pengunjung sudah bisa menikmati keindahan alam di sana.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved