Pesisir Selatan

VIDEO - Ubur-ubur yang Bergelimpangan di Pantai Sungai Pinang Sempat Ganggu Aktifitas Nelayan

Kondisi Ubur-ubur yang bergelimpangan di bibir pantai di Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI, Kabupaten Pesis

Dampak Ubur-ubur yang Bergelimpangan Sempat Mengganggu Aktifitas Nelayan saat Melaut

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kondisi Ubur-ubur yang bergelimpangan di bibir pantai di Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI, Kabupaten Pesisir Selatan membuat wisatawan takut dan nelayan sempat urung melaut.

David Andespin, warga setempat mengatakan bahwa ubur-ubur tersebut muncul setiap tahunnya.

"Musiman sepertinya, tiap tahun pada bulan Agustus hingga Oktober," ujar David Andespin saat dihubungi oleh TribunPadang.com, Jumat (9/8/2019).

David Andespin mengatakan kalau sedang kalau musim ubur-ubur membuat wisatawan takut.

"Kalau lagi musim Ubur-ubur berkurang wisatawan karena takut nonton tersengat ubur-ubur," kata David Andespin.

David Andespin menjelaskan kalau ubur-ubur tersebut juga berpengaruh terhadap aktivitas nelayan.

"Ubur-ubur ini berdampak pada nelayan. Nelayan lebih memilih untuk tidak melaut karena berkurangnya ikan, alat tangkap mereka dipenuhi ubur-ubur," kata David Andespin.

David Andespin menjelaskan yang paling berdampak adalah nelayan kecil yang menangkap ikan menggunakan jaring.

"Karena itulah banyak nelayan memilih utnuk tidak melaut," ujar David Andespin.

David Andespin mengatakan kalau ubur-ubur ini tidak berbahaya, dan yang berbahaya yabg berwarna-warni.

"Kalau ubur-ubur ini berkelompok, sedangkan ubur-ubur yang berbahaya suka menyendiri di lautan," kata David Andespin.

David Andespin menjelaskan bahwa ubur-ubur ini diketahui ada sejak seminggu yang lalu.

"Biasanya ubur-ubur ini akan hilang, dan berakhir pada bulan Oktober," kata David Andespin.

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved