HUT 350 Tahun Kota Padang

Mahyeldi Berharap Warga Kota Padang Jauhi Maksiat dan Perilaku Menyimpang

Wali kota Padang, Mahyeldi berharap agar warga Kota Padang menjauhi segara perbuatan maksiat dan perilaku menyimpang lainnya

Mahyeldi Berharap Warga Kota Padang Jauhi Maksiat dan Perilaku Menyimpang
TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Wali kota Padang, Mahyeldi Ansharullah beserta tamu undangan memukul gendang sebagai tanda pembukaan festival Pawai Telong-telong di Pantai Cimpago, Kota Padang, Selasa (6/8/2019). 

Mahyeldi Berharap Warga Kota Padang Jauhi Maksiat dan Perilaku Menyimpang 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wali kota Padang, Mahyeldi berharap agar warga Kota Padang menjauhi segara perbuatan maksiat dan perilaku menyimpang lainnya.

"Pada 18 September yang lalu, kita sudah berkomitmen di Kota Padang. Pemerintah, Ulama, tokoh adat yang ada di Kota Padang, untuk bagaimana membebaskan Kota Padang dari perilaku-perilaku maksiat," ujarnya Mahyeldi Ansharullah, saat berpidato dalam pembukaan Festivak Pawai Telong-telong di Pantai Cimpago, Padang, Selasa (7/8/2019).

Mahyeldi mengatakan bahwa LGBT yang diantaranya seperti lesbian, gay, homo seksual, transgender bisa mempengaruhi atau mencari korbannya sekutar 70 orang, hanya dari satu orang.

"Maka, semuanya berkomitmen untuk membebaskan Kota Padang, dan khususnya Sumbar dari perilaku menyimpang tersebut dan maksiat lainnya," kata Mahyeldi.

Mahyeldi menjelaskan ketika maksiat itu sudah merajalela di suatu daerah, maka akan menyebabkan bencana dan musibah.

"Jangan kita lupakan norma-norma kehidupan. Dan, Pemerintah Kota Padang secara bersama dan bertahap akan menimalisir, mengurangi, dan menekan perilaku menyimpang lainnya dengan Semangat kesatuan dan persatuan," kata Mahyeldi.

Mahyeldi berpesan kepada masyarakat, bahwa ketika pihaknya menemukan di tempat berdagang, dan tempat-tempat kos. Maka, pihaknya akan menutup tempat tersebut tanpa ragu.

"Karena memang itu yang merusak moral masyarakat dan akan mengundang musibah bencana terhadap daerah kita," ungkap Mahyeldi.

Mahyeldi berharap dengan rasa kebersamaan bisa mengahdirkan wisata yang religius di Kota Padang.

"Wisata yang jauh dari perilaku maksiat dan penyimpangan-penyimpangan lainnya," tutup Mahyeldi.

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved