Sumbar

Event Tour de Singkarak Kenyataannya Mendongkrak Pariwisata Sumatera Barat

Kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional atau dikenal Tour de Singkarak (TdS) diselenggarakan setiap

Tayang:
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Ilustrasi: Para pebalap peserta Tour de Singkarak melintasi tanjakan Kelok Sembilan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, pada etape kedua Tour de Singkarak dengan rute Limapuluh Koto-Tanah Datar, Minggu (7/8/2016) silam. 

Tour de Singkarak, Bukan Semata-mata Gairahkan Olahraga Tetapi Juga Dongkrak Pariwisata Sumbar

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional atau dikenal Tour de Singkarak (TdS) diselenggarakan setiap tahun di Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian mengatakan Tour de Singkarak merupakan suatu upaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Sumbar.

"Menyelenggarakan iven adalah bentuk upaya Sumbar meningkatkan kunjungan wisata. Walaupun iven balap sepeda, Tour de Singkarak bukan hanya semata-mata menggairahkan olahraga. Melainkan, bagaimana iven olahraga bisa meningkatkan pariwisata Sumbar," jelas Oni Yulfian.

Pada pelaksanaan TdS nanti, peserta akan melewati beberapa lokasi wisata menggunakan sepeda.

Tak hanya itu, masyarakat juga akan memenuhi titik-titik yang dilewati peserta TdS.

"Di kelok 44, misalnya. Masyarakat dan awak media akan memotret momen menarik. Begitupun pembalap. Sembari bersepeda, ia senantiasa melihat kiri dan kanan keindahan pariwisata Sumbar," ujar Oni Yulfian.

Mulanya, TdS diselenggarakan hanya empat etape. Kemudian berkembang menjadi enam etape. Dan beberapa tahun terakhir terus meningkat.

Tahun 2019, Tour de Singkarak kembali dilaksanakan pada 2 hingga 10 November dengan 9 etape. Hanya 14 kabupaten dan kota di Sumbar yang menjadi tuan rumah TdS 2019.

Lima daerah lainnya masing-masing Kabupaten Pasaman Barat, Padang Pariaman, Sijunjung dan Kota Solok tidak ikut serta karena beberapa alasan.

"Macam-macam alasannya. Masing-masing daerah itu punya iven prioritas, terutama mengentas kemiskinan," jelas Oni Yulfian.

Sementara, Mentawai memang dari awal terkendala geografis karena berbentuk kepulauan. Namun Oni mengatakan, Mentawai bisa ikut juga hadir dalam acara seremonial.

"Ada 14 kabupaten dan kota di Sumbar yang menjadi tuan rumah TdS 2019. Masing-masing daerah akan menjadi lokasi start, finish, maupun lokasi yang dilewati.

Meski sejak 2018 diserahkan kepada provinsi terkait penyelenggaraan dan publikasi, namun dukungan kabupaten dan kota juga sangat besar, terutama dalam promosi dan penyelenggaraan balap itu sendiri," ungkap Oni Yulfian.

Tour de Singkarak menghabiskan anggaran sebesar Rp 8 miliar dari APBD Provinsi yang nantinya digunakan untuk keperluan penyelenggaran acara.

Sementara, masing-masing daerah yang menjadi tuan rumah juga mengucurkan dana untuk seremonial baik di start maupun finish.

Oni Yulfian berharap pihak kabupaten dan kota tidak hanya berpartisipasi di awal dan akhir, tetapi juga membuat acara semeriah dan semenarik mungkin sehingga terkesan dan ramai dikunjungi.

"Kami terus mendorong kabupaten/kota menjadi kebih kreatif dalam memanfaatkan iven terbesar di Indonesia ini.

Jangan sampai kehilangan semangat. Sebab, acara ini sudah dimulai sejak 11 tahun yang lalu. Jika tidak semangat, tentu apa yang sudah kita lakukan juga tidak membuahkan hasil," jelas Oni Yulfian.

Selain memeriahkan, masing-masing kabupaten/kota juga berkontribusi dalam hadiah, sewa kendaraan dan akomodasi.

Oni Yulfian mengatakan keberhasilan TdS meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumbar, memang belum bisa diukur.

Tapi menurutnya, dari jumlah wisatawan nusantara memang meningkat dan bertambah.

"Apakah itu karena TdS, kami belum bisa menggolongkan. Kami belum punya instrumen untuk mengukur itu. Namun, dilihat dari pertumbuhan jalan, cukup memadai, " ujar Oni Yulfian.

Oni Yulfian juga menyebut dua daerah di Provinsi Jambi hampir dipastikan bisa menjadi tuan rumah TdS 2019 yaitu pada etape 7 dan 8.

"Kami berkomitmen dengan Pemrov Jambi, TdS akan melewati Kerinci dan Sungai Penuh," kata Oni.

Saat ini, ujar dia, tim survei sendang menyisir kondisi jalan serta kesiapan daerah sebagai tuan rumah ajang balap sepeda internasional itu.

"Beberapa daerah sudah disurvei, terakhir di Solok Selatan sebagai lokasi finish etape 6 di Solok Selatan," tutup Oni Yulfian. (*)

Berikut ini adalah sembilan etape TdS 2019.

Etape I : Kota Pariaman - Tanah Datar
Etape II : Pasaman - Bukit Tinggi
Etape III: Payakumbuh - Sawahlunto
Etape IV : Limapuluh Kota - Dharmasraya
Etape V : Kabupaten Solok - Agam
Etape VI : Padang Panjang - Solok Selatan
Etape VII: Kayu Aro- Kerinci
Etape VIII: Sungai Penuh - Pesisir Selatan
Etape IX : Pesisir Selatan - Padang.

Caption: Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Oni Yulfian.

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved