BERITA POPULER SUPERSKOR

POPULER SUPERSKOR -Semen Padang FC Tatap Laga Kontra Kalteng Putra dan Ketakutan Tim Persib Diteror

Berbagai peristiwa menarik mewarnai dunia olahraga sepanjang Rabu (31/7/2019) kemarin. Selain kejadian lokal juga, ada beberapa peristiwa superskor

POPULER SUPERSKOR -Semen Padang FC Tatap Laga Kontra Kalteng Putra dan Ketakutan Tim Persib Diteror
TribunPadang.com/reziazwar
Persebaya Surabaya bertandang ke Stadio GOR H Agus Salim (GHAS) menghadapi tuan rumah Semen Padang FC, Minggu (28/7/2019) lalu. 

"Kami akan menghadapi laga tandang yang berat, yaitu menghadapi Kalteng dan Bali. Jadi, kita harus membawa pemain yang benar-benar siap," kata Weliansyah.

Dua pemain asing yang ditinggalkan Coach Weliansyah karena dalam masa pemulihan cidera, dan Irsyad masih dibawa.

Berita selengkapnya klik di sini!

3 Kronologi Teror yang Diterima Persib Bandung Jelang Kontra Arema FC, Ini Penjelasan Robert Alberts

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, mengungkapkan kronologi teror yang didapatkan timnya dari sejumlah oknum suporter di Malang.

Pemain Maung Bandung menerima teror menjelang laga Arema FC vs Persib Bandung pada laga tunda pekan keempat Liga 1 2019 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (30/7/2019) itu.

Ada dua teror suporter yang dialami Persib Bandung  saat bertandang ke Malang.

Teror pertama diterima ketika para pemain Persib Bandung menjalani uji coba lapangan di Stadion Kanjuruhan.

Bus Persib Bandung diserang dengan petasan roket oleh sejumlah oknum suporter.

Pelaku penyerangan tidak hanya melempari bus dengan petasan, tapi juga mencaci dan meneriaki para pemain dengan kata-kata kasar.

Kejadian kedua terjadi pada dini hari sebelum pertandingan, yakni saat para pemain sedang beristirahat.

Kala itu, sejumlah oknum suporter mendatangi hotel tim Persib. Mereka kembali meneror para pemain dengan petasan.

Hal tersebut membuat para pemain Persib Bandung cemas dan tidak bisa tidur.

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts.
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts. (KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHA)

"Mereka melemparkan petasan pada kami setelah latihan dan melanjutkannya di tengah malam.

Lalu saya pergi ke lobby dan tidak melihat ada polisi di sana," kata Robert di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu (31/7/2019) sore WIB.

"Saya meminta pihak hotel menghubungi Polisi, tapi tidak ada yang datang. Semua pemain khawatir dan ketakutan."

"Mereka hanya bisa diam di kamar dan tidak bisa tidur, jadi bagaimana kami bisa mempersiapkan pertandingan? Tidak ada proteksi yang kami terima," ujar Robert.

Pelatih berkebangsaan Belanda itu melanjutkan, dalam kondisi tersebut, Persib sempat berpikir untuk mundur dari pertandingan.

Sebab, kejadian yang dialami timnya ini persis seperti yang menimpa Persija Jakarta sebelum laga final leg kedua Piala Indonesia di Makassar.

Pada pagi hari sebelum pertandingan, Robert sempat berdiskusi dengan manajemen agar tim mundur dari pertandingan melawan Arema.

Manajemen sempat merestui keinginan tersebut karena Persib tidak mendapatkan keamanan yang layak selama di Malang.

"Lalu PSSI memberikan teguran kepada manajemen, lalu mereka menelepon saya. Jika kami menolak bermain, PSSI akan berikan hukuman berat untuk Persib," tuturnya.

"Padahal kami pada saat itu sudah akan bersiap pergi ke Surabaya dan kembali ke Bandung. Tapi saya tidak mau Persib mendapatkan sanksi berat dari PSSI, maka dari itu kami tetap melanjutkan pertandingan," ujar dia lagi.

Berita selengkapnya klik di sini

Penulis: Emil Mahmud
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved