Padang

16 Pasar Tradisional di Kota Padang Kalah Dibanding Pasar Online yang Tumbuh 500 Persen

Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan Kota Padang tercatat pertumbuhan pasar tradisional minus 8,1 persen di kota Bengkuang ini.

16 Pasar Tradisional di Kota Padang Kalah Dibanding Pasar Online yang Tumbuh 500 Persen
TRIBUNPADANG.COM/DEBI GUNAWAN
Suasana dan aktifitas di Pasar Raya Padang, di ibu kota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Kamis (25/7/2019) 

Pertumbuhan Pasar Tradisional di Kota Padang Minus 8,1 Persen

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Debi Gunawan

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan Kota Padang tercatat pertumbuhan pasar tradisional minus 8,1 persen yang dijuluki 'Kota Bengkuang' ini.

Hingga kini, Kota Padang memiliki kurang lebih memiliki 16 pasar tradisional, satu di antaranya Pasar Raya di pusat ibu kota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Padang, Jasman saat ditemui TribunPadang.com, disela acara pelatihan pelaku UMKM di HW Hotel, Kamis (25/7/2019).  

Menurutnya, kondisi tersebut kontras dengan pertumbuhan pasar online yang mencapai angka 500 persen dalam lima tahun terakhir.

Sedangkan, untuk pasar modern bertumbuh sebanyak 31 persen di Kota Padang.

Jasman mengatakan pemerintahan sedang menata kelola dan menata niaga guna mengatasi permasalahan tersebut.

"Ketiga pasar harus disandingkan, tidak boleh saling menjatuhkan," ungkap Jasman.

Namun dengan pertumbuhan yang begitu signifikan, baru 10 persen produk Unit Usaha Kecil Menengah (UMKM) di Kota Padang yang sudah merambah dunia online.

Untuk dapat bersaing di era digital ini, Jaman mendorong UMKM melakukan dua hal ini.

Pertama, selektiflah dalam memilih permodalan.

"Jangan sampai, permodalan itu sendiri yang menjerat UMKM," ujar Jasman.

Kedua, imbuh Jasman agar menjaga kualitas produk dan tingkatkan kekonsistenan.

"Ada satu UMKM binaan yang menembus pasar internasional, namun karena melakukan perubahan dari perjanjian awal, sekarang eksport produknya dipending," ungkap Jasman.(*)

Penulis: Debi Gunawan
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved