Harga Gambir Anjlok, Petani di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat Menjerit

Hingga saat ini Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) merupakan satu daerah kabupaten di Indonesia

TRIBUNPADANG.COM/DEBI GUNAWAN
Kepala Dinas DPMD Kabupaten Lima Puluh Kota A Zuhdi Perama sedang memamerkan hasil olahan gambir pada acara HKG, PKK Nasional 2019 di Kota Padang, Rabu (24/7/2019). 

Harga Gambir Murah, Petani Gambir di Kabupaten Lima Puluh Kota Menjerit

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Debi Gunawan

TRIBUNPADANG.COM, LIMA PULUH KOTA - Hingga saat ini Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) merupakan satu daerah kabupaten di Indonesia sebagai pengekspor komoditas hasil bumi berupa Gambir.

Sejauh ini hamparan ladang gambir banyak dijumpai di daerah Kecamatan Mungka, Pangkalan dan Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota tersebut.

Namun saat ini harga gambir sangat murah, yang dulunya pernah menyentuh harga Rp100.000 lebih per kilo gram/Kg. Namun, kini harganya merosot hingga kisaran Rp18.000/Kg sampai Rp22.000/Kg.

Harga gambir yang anjlok tersebut, kenyataannya membuat perekonomian petani gambir tersuruk.

Zul Efendi (45) warga Jorong Talang Maua, Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota mengeluhkan kondisi harga gambir yang begitu murah.

Menurutnya, relatif sulitnya proses pembuatan gambir dari daun diproses menjadi getah yang dicetak, tidak sebanding dengan harga jual yang diperoleh.

"Sulit, semua-semua mahal, tapi harga gambir sangat murah, sedangkan masyarakat di sini sebagian besar merupakan petani gambir, " ungkap Zul kepada TribunPadang.com, Rabu (24/7/2019).

Segenap masyarakat Talang Maua, masyarakat Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota pun merasakan hal demikian.

Wali Jorong Simpang Goduang, Kenagarian Simpang Kapuak, Rendion Pratama, mengatakan banyak masyarakat yang beralih profesi, akibat murahnya harga gambir tersebut.

"Sekarang banyak masyarakat yang beralih profesi dari petani gambir menjadi pekebun, misalnya mentimun dan terung," ungkap Rendion Pratama kepada TribunPadang.com, Selasa (23/7/2019).

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari (DPMD) Kabupaten Lima Puluh Kota, A Zuhdi Perama mengatakan telah banyak upaya yang dilakukan untuk memecahkan masalah ini.

Di antaranya, menyokong masyarakat untuk menjual produk gambir dalam bentuk jadi.

"Kami jual dalam produk jadi, misalnya teh gambir, masker gambir, dan produk olahan lain. Agar tidak bergantung lagi dengan harga beli dari India," ujar A Zuhdi Perama saat dijumpai pada acara HKG, PKK nasional di RTH Imam Bonjol Padang, Rabu (24/7/2019).(*)

Penulis: Debi Gunawan
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved