FTI UBH Dapat Dukungan PT PLN Wilayah Sumbar Cetak Lulusan yang Kompeten

Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta (FTI UBH), Hidayat bersama rombongan melakukan kunjungan ke PT PLN (Persero)

FTI UBH Dapat Dukungan PT PLN Wilayah Sumbar Cetak Lulusan yang Kompeten
IST/DOK.DEKAN FTI UBH
Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta (FTI UBH), Hidayat bersama rombongan melakukan kunjungan ke PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) pada Rabu (10/7/2019). 

PT PLN Wilayah Sumbar Support FTI UBH Dalam Mencetak Lulusan Kompeten

TRIBUNPADANG.COM - Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta (FTI UBH), Hidayat bersama  rombongan melakukan kunjungan ke PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) pada Rabu (10/7/2019).

Dekan FTI UBH, didampingi oleh ketua jurusan Teknik Elektro (TE), Yaniridal, Ketua jurusan, Teknik Mesin (TM)  Kaidir, kemudian dari Teknik Industri (TI), Ayu Bidiawati. Beserta kepala laboratorium Muyanef, Eddy Soesilo, dan Cahayahati.

Rombongan diterima langsung oleh General Maneger (GM) Bambang Dwiyanto dan Manejer Distribusi PLN (Persero) Wilayah Sumbar di ruangan kerjanya.

Dekan FTI UBH, Hidayat mengemukakan pertemuan mereka dan manajemen PLN Wilayah Sumbar kali ini berlangsung hampir satu jam.

Menurut Hidayat,  bahwa kunjungan tersebut merupakan silaturahim FTI UBH kepada pak GM yang baru menggantikan Buk Susiana Mutia.

"Beberapa hal yang terungkap dalam pertemuan tersebut antara lain; pentingya lulusan Perguruan Tinggi memiliki kompentensi sehingga memilki daya saing yang tinggi dalam menghadapi IR 4.0. Untuk itu perlu ditunjang dengan proses PBM yang memadai, termasuk peralatan laboratorium," ujar Hidayat kepada TribunPadang.com, Kamis (11/7/2019).

Dikatakan, pencanangan adanya Learning Factory yang bisa mengakomodir kebutuhan pasar kerja diera IR 4.0 menjadi pembicaraan yang menarik.

Sejauh ini lanjutnya, upaya itu dapat diwujudkan melalui kolabaorasi antara pengguna dengan Perguruan Tinggi.

"Hal penting lainnya, penyiapan lulusan yang siap pakai dan bersertifikat kompetensi oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi)," papar Hidayat.

Hidayat menambahkan hal itu dapat dilakukan dengan mendirikan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang bersifat internal saja yaitu LSP-P1 dan yang bisa internal maupun eksternal LSP-P3.

Hidayat berpendapat bahwa untuk menuju ke arah sana, maka memerlukan dukungan dari pihak pengguna, yakni salah satunya PLN.

Utamanya, guna pemanfaatan SDM kedua belah pihak juga menjadi topik pembicaraan.

Hidayat mengulas tanggapan, Bambang Dwiyanto yang menyambut baik gagasan menyusul diskusi serta mengupayakan untuk merealisasikannya sesuai regulasi yang ada.(*)

Penulis: Emil Mahmud
Editor: Emil Mahmud
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved