Sumbar

SEKILAS KOTA Sawahlunto yang Berjulukan 'Kota Arang' sebagai Situs Warisan Dunia

Organisasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB ( UNESCO), baru saja menetapkan kawasan tambang batu bara Ombilin, Sawahlunto, Sumatera Bara

SEKILAS KOTA Sawahlunto yang Berjulukan 'Kota Arang' sebagai Situs Warisan Dunia
KOMPAS/ISMAIL ZAKARIA)
Wisatawan memasuki Lubang Mbah Suro yang merupakan satu peninggalan kegiatan tambang batu bara di Sawahlunto, Sumatera Barat. 

Direktur Jendral Kebudayaan Kemendikbud, Hilman Farid melalui akun instagramnya, menyampaikan rasa bahagianya

TRIBUNPADANG.COM - Organisasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB ( UNESCO), baru saja menetapkan kawasan tambang batu bara Ombilin, Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), Indonesia. 

Menyusul ditetapkan sebagai Situs Warisan dunia untuk Kawasan tambang batu bara Ombilin Sawahlunto pada Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO ke-43, di Azerbaijan, Baku, Sabtu (6/7/2019), makin meneguhkan Kota Sawahlunto sebagai objek wisata idaman.

Siapa pun yang berkunjung ke Sawahlunto untuk pertama kali dan menyempatkan menginap di sana akan mendapati suasana yang berbeda dengan kota lainnya.

Pada pagi hari, tepat pada pukul 07:30 WIB serta pada sore hari, tepat pada pukul 15.30 WIB, bakal mendengar raungan bunyi serine ke seantero kota “lama” yang dikelilingi oleh bukit itu.

Wisatawan memasuki Lubang Mbah Suro yang merupakan satu peninggalan kegiatan tambang batu bara di Sawahlunto, Sumatera Barat.
Wisatawan memasuki Lubang Mbah Suro yang merupakan satu peninggalan kegiatan tambang batu bara di Sawahlunto, Sumatera Barat. ((KOMPAS/ISMAIL ZAKARIA))

Bunyi serine itu bukanlah berasal dari mobil patroli Polisi Dalmas (pengendalian massa) yang tengah menghentikan demonstrasi buruh.

Dan, bukan pula berasal dari mobil pemadam kebakaran yang memadamkan kebakaran di lokasi pertambangan liar batu bara.

Bunyi serine itu pertanda waktu dimulai atau berakhirnya aktivitas buruh dan pegawai Perusahaan Tambang-batu bara Bukit Asam - Unit Pertambangan Ombilin (PTBA UPO) Sawahlunto.

Ilustrasi suasana dan kondisi kota tambang itu diulas dalam Buku: Sawahlunto Dulu, Kini, dan Esok… Menjadi Kota Wisata Tambang yang berbudaya yang disusun oleh Andi Asoka (Alm).,Wannofri Samry, Zaiyardam Zubir dan Zulqayyim yang merupakan para dosen Ilmu Sejarah Universitas Andalas  serta diterbitkan Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Univesitas Andalas.

Ternyata pada 2001 telah dicanangkan visi baru kota Sawahlunto, yaitu Kota Wisata Tambang yang Berbudaya. Bahkan, diharapkan visi itu dapat terwujud pada 2020 mendatang.

Halaman
1234
Penulis: Emil Mahmud
Editor: Emil Mahmud
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved