Kuasa hukum Baiq Nuril Berharap Presiden Jokowi Keluarkan Amnesti Sebelum Eksekusi

Pihak Nuril sangat berharap Presiden Jokowi mengeluarkan amnesti sebagai bentuk perlindungan hukum negara bagi korban pelecehan seksual.

Kuasa hukum Baiq Nuril Berharap Presiden Jokowi Keluarkan Amnesti Sebelum Eksekusi
(KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTO)
Kuasa hukum dan koalisi save Ibu Nuril melakukan konferensi pers di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019). 

Kasus Nuril bermula saat ia menerima telepon dari Kepsek berinisial M pada 2012.

Dalam perbincangan itu, Kepsek M bercerita tentang hubungan badannya dengan seorang wanita yang juga dikenal Baiq.

Karena merasa dilecehkan, Nuril pun merekam perbincangan tersebut.

Pada tahun 2015, rekaman itu beredar luas di masyarakat Mataram dan membuat Kepsek M geram.

Kepsek lalu melaporkan Nuril ke polisi karena merekam dan menyebar rekaman tersebut.

Kepsek M menyebut, aksi Nuril membuat malu keluarganya.

Nuril pun menjalani proses hukum hingga persidangan.

Maukah Sandiaga Uno Maju di Pilgub Sumbar? Gerindra: Ditawari Menteri Saja Beliau Tidak Bersedia

BREAKING NEWS: Kereta Api Tabrak Kijang Innova di Pariaman Sumbar, Mobil Penyok dan Keluarkan Asap

Hakim Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat memvonis bebas Nuril.

Namun, jaksa mengajukan banding hingga tingkat kasasi.

Mahkamah Agung kemudian memberi vonis hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta karena dianggap melanggar Pasal 27 Ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 11/2008 tentang ITE.

Nuril kemudian mengajukan PK.

Dalam sidang PK, MA memutuskan menolak permohonan PK Nuril dan memutus Nuril harus dieksekusi sesuai dengan vonis sebelumnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul " Jokowi Diharap Keluarkan Amnesti Sebelum Baiq Nuril Dieksekusi", 

Editor: afrizal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved