20 Juta Pekerjaan di Seluruh Dunia Akan Digantikan Robot pada 2030, Begini Dampak Ekonominya

20 Juta Pekerjaan di Seluruh Dunia Akan Digantikan Robot pada 2030, Begini Dampak Ekonominya

20 Juta Pekerjaan di Seluruh Dunia Akan Digantikan Robot pada 2030, Begini Dampak Ekonominya
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi digital 

TRIBUNPADANG.COM - Di era digital seperti saat ini, semakin banyak robot yang melakukan pekerjaan manusia.

Bagi perekonomian, ini akan memberikan dampak yang baik, namun ada pula sisi negatifnya.

Dikutip Kompas.com dari CNN, Jumat (5/7/2019), robot diprediksi bakal menggantikan 20 juta pekerjaan manufaktur di seluruh dunia pada tahun 2030 mendatang.

Ini berdasarkan laporan yang dirilis Oxford Economics.

Artinya, sekitar 8,5 persen tenaga kerja manufaktur di seluruh dunia akan digantikan oleh robot.

Laporan tersebut juga menyatakab bahwa mengganti tenaga kerja dengan robot akan menyumbang lapangan kerja baru secepat otomasi yang dilakukan.

Maukah Sandiaga Uno Maju di Pilgub Sumbar? Gerindra: Ditawari Menteri Saja Beliau Tidak Bersedia


Menurut Oxford Economics, setiap robot baru yang "dipekerjakan" dapat menggantikan 1,6 tenaga kerja manufaktur secara rata-rata.

Namun demikian, penggantian tenaga kerja dengan robot juga akan memicu kesenjangan pendapatan.

Bukan hal baru

Otomasi bukanlah tren baru dalam industei manufaktur. Sebagai contoh, industri otomotif menggunakan 43 persen robot di dunia pada tahun 2016 silam.

Akan tetapi, penggunaan robot menjadi lebih murah ketimbang tenaga kerja manusia. Salah satunya adalah lantaran penurunan biaya mesin.

Data Oxford Economics menyebut, harga rata-rata sebuah robot menurun 11 persen sepanjang tahun 2011 hingga 2016. Robot pun semakin mampu berfungsi dalam proses yang kian rumit dan konteks yang beragam.

Di atas itu semua, permintaan akan produk-produk manufaktur pun meningkat.

Sebut Sandiaga Uno Mustahil Maju di Pilgub Sumbar, Andre Rosiade: Dari Gerindra Itu Nasrul Abit

China memimpin pertumbuhan

Negeri Tirai Bambu China memberikan kesempatan yang besar bagi pertumbuhan otomasi. Negara tersebut saat ini sudah menyumbang seperlima penggunaan robot industri di seluruh dunia.

Satu dari tiga robot baru digunakan di China. Oxford Economics menyatakan, China berinvestasi besar pada robot untuk memosisikan diri sebagai pemimpin industri manufaktur global.

Oxford Economics menyebut, sebanyak 14 juta robot akan "bekerja" di China pada tahun 2030 nanti. Angka tersebut jauh lebih banyak dibanding negara-negara lainnya di dunia.

Dampak ekonomi penggunaan robot

Menurut Oxford Economics, dampak penggunaan robot terhadap perekonomian akan sangat luar biasa.

Lembaga itu mengestimasikan, peningkatan pemasangan robot menjadi 30 persen lebih tinggi dari saat ini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 5,3 persen atau 4,9 triliun dollar AS pada 2030.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dari proyeksi nilai produk domestik bruto (PDB) Jerman pada periode yang sama.

Robot pastinya akan mendongkrak produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, serta memicu lahirnya industri yang sebelumnya tidak ada.

Daftar Tunggu Haji Sumatera Barat Capai 19 Tahun, Jemaah Terdaftar Sudah 87.694 Orang

Dampak disrupsi robot

Oxford Economics dalam laporannya juga memperingatkan dampak disrupsi robot. Selain itu, salah satu dampak penggunaan robot adalah meningkatnya kesenjangan pendapatan.

"Penggantian (tenaga kerja manusia menjadi robot) yang besar ini tidak akan menyebar secara merata di seluruh dunia, atau bahkan di satu negara.

Riset kami menunjukkan bahwa dampak negatif penggunaan robot akan lebih terasa di kawasan-kawasan berpendapatan rendah dibandingkan di kawasan berpendapatan tinggi di negara yang sama," tulis Oxford Economics dalam laporannya.

Para pekerja yang mendorong pengetahuan dan inovasi di industri manufaktur cenderung terkonsentrasi di kota-kota besar. Keahlian-keahlian tersebut sulit digantikan oleh otomasi.

Itulah mengapa kawasan-kawasan urban akan lebih mudah beradaptasi dengan peningkatan otomasi, menurut laporan Oxford Economics tersebut.

UPDATE Klasemen DStar Indosiar Round 2: Rafi Tergeser ke Posisi 5, Fildan & Selfi Kokoh di Puncak

Lapangan kerja baru akan tercipta, tetapi...

Secara keseluruhan, peningkatan penggunaan robot akan menciptakan lapangan kerja baru dalam laju yang seimbang dengan lapangan kerja yang hilang. Oleh karena itu, kata Oxford Economics, kekhawatiran akan hilangnya lapangan kerja akan tereliminir.

Namun, kawasan-kawasan dengan pendapatan lebih rendah yang akan kehilangan lebih banyak lapangan kerja kemungkinan tidak akan menerima manfaat yang seimbang dari penciptaan lapangan kerja baru. Ini disebabkan adanya kesenjangan keahlian.

Pada akhirnya, akan terjadi peningkatan kesenjangan pendapatan di antara kawasan perkotaan dan perdesaan. Kesenjangan juga akan terjadi antar kawasan.

"Otomasi akan terus mendorong polarisasi regional di banyak negara maju di dunia, secara tak merata mendistribusikan manfaat dan biaya di tengah-tengah masyarakat," tulis Oxford Economics.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Robot akan Gantikan 20 Juta Pekerjaan di Seluruh Dunia pada 2030

Editor: Saridal Maijar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved