Breaking News:

Pelaku Usaha Restoran dan Rumah Makan Sudah Bersertifikasi Halal Baru 21, Wagub Sumbar: Lamban Betul

Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Sumatra Barat (Sumbar), pada tahun 2019 sudah ada 21 pelaku usaha restoran dan rumah makan yang bersertifikat

TribunPadang.com/RizkaDesriYusfita
Wagub Sumbar Nasrul Abit didampingi Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Sumatra Barat (Sumbar), pada tahun 2019 sudah ada 21 pelaku usaha restoran dan rumah makan yang bersertifikat halal.

Kendati demikian, Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Nasrul Abit menilai pengembangan pariwisata halal di Sumbar lamban.

Trase Jalan Tol Padang Pekanbaru di Sicincin Lubuk Alung Digeser Arah Timur, Wagub Sumbar: Tunggu SK

Bertemu Prabowo, Ketua Gerindra Sumbar Nasrul Abit Bahas Jatah Pimpinan Dewan & Calon Kepala Daerah

"Pada tahun 2019 ini hanya 21 rumah makan dan restoran yang bersertifikasi halal. Lamban betul ini," kata Nasrul Abit saat Sosialisasi Wisata Halal di Hotel Grand Inna, Padang, Selasa (2/7/2019).

Lebih lanjut Nasrul Abit mengatakan faktor yang memperlambat perkembangan wisata halal di Sumbar dikarenakan sedikitnya rumah makan yang bersertifikasi halal.

PLN dan Kota Pariaman Bangun Jalan Taman Menuju Water Front City

PLN dan Pemda Pariaman Inisasi Pembangunan Water Front City Kota Pariaman

"Perlu adanya langkah nyata dan konkrit dalam percepatan pariwisata halal di Sumbar. Semua pelaku usaha rumah makan dan restoran harus sepakat untuk sertifikasi halal," tegas Nasrul Abit.

Selain itu, Nasrul Abit mengajak semua pihak terkait untuk memandu tim agar mereka tidak kesulitan dalam mengajukan sertifikasi halal.

PERINGATAN DINI BMKG: Waspadai Gelombang Hingga 4 Meter Perairan Barat Sumatera

Aplikasi Pesan Instan MeshTalk Tak Pakai Pulsa, WiFi, Bluetooth, Pesaing Baru WhatsApp?

"Ini perlu didudukan bersama BPPOM, MUI, Dinas Kesehatan dan Badan Perizinan. Kita harus bekerjasama menyelesaikan masalah ini," ujar Nasrul Abit.

Nasrul Abit menekankan pengembangan pariwisata halal harus ada progress, dimulai dengan promosi melalui media massa, kerja sama dengan pajak dan perizinan, kemudian berkoordinasi dengan Pemkab/kota.

"Kalau bekerja sama tentu akan lebih cepat," katanya.

SOSOK Tristan Alif Menjelma Jadi Pesepak Bola Muda yang Bertalenta dari Indonesia

Berita Padang Hari Ini: DPO Pencuri Kotak Infak Berhasil Diamankan Polisi, Polsek Padang Selatan

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian mengatakan pihaknya akan terus berupaya melakukan sosialisasi kepada pelaku industri pariwisata agar segera mendapatkan sertifikat halal.

Menurutnya, wisata halal tidak hanya tentang makanan yang disajikan tetapi juga juga sumber bahan makanan tersebut.

Jelang PPDB Online 2019, Wakil Kurikulum SMAN 2 Padang Himbau Orang Tua Lebih Pintar Mencari Peluang

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Offline 2019 Telah Berakhir, SMA N 2 Padang Terima 20 Siswa

"Sumber bahan makanan salah satunya daging dan ayam. Rumah makan kadang-kadang terkendala untuk mendapatkan rumah potong hewan yang tersertifikasi halal," kata Oni Yulfian.

Ke depannya, Oni menargetkan 2019 ini Sumbar akan mengusahakan 25 pelaku usaha rumah makan dan restoran bersertifikasi halal.

"Ini akan dibantu subsidi sebanyak Rp 2 juta dari Dinas Pariwisata," tutup Oni. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved