INFO BMKG Prakiraan Cuaca Sumatera Barat Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau Padang Pariaman menganalisa, di Perairan Barat Kepulauan
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
Prakiraan Cuaca BMKG Tiga Hari ke Depan, Sumatera Barat Berpotensi Diguyur Hujan Sedang hingga Lebat
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau Padang Pariaman menganalisa, di Perairan Barat Kepulauan Mentawai terdapat pola pusat tekanan rendah (LPA-low pressure area).
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Padang Pariaman Yudha Nugraha mengatakan pusat tekanan rendah tersebut merupakan daerah konsentrasi perkumpulan massa udara basah untuk mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di daerah sekitarnya serta peningkatan gelombang laut.
"Berdasarkan jangka waktunya, pusat tekanan rendah ini dapat berlangsung hingga 2 hingga 3 hari ke depan," kata Yudha Nugraha kepada TribunPadang.com, Minggu (23/6/2019).
BMKG Minangkabau Padang Pariaman memprediksi adanya potensi hujan sedang hingga lebat dalam tiga hari ke depan di Sumatera Barat.
"Kami memprediksi Sumatera Barat 2 hingga 3 hari ke depan masih berpeluang terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta dapat disertai dengan angin kencang," sambung Yudha Nugraha.
Wilayah yang terdampak, kata Yudha Nugraha, sebagian besar berada di Pesisir Barat Sumbar, seperti di daerah Pasaman Barat, Agam, Pariaman, dan Padang Pariaman.
Lebih lanjut, Kota Padang, Pesisir Selatan, Kepulauan Mentawai serta dapat meluas ke Padangpanjang dan sekitarnya.
Karenanya, BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan cuaca, bisa melalui aplikasi android atau iOs info BMKG.
BMKG juga meminta masyarakat mewaspadai apabila mulai terjadi perubahan kondisi cuaca yang awalnya cerah namun seketika berubah menjadi gelap karena terdapat peluang hujan disertai angin kencang.
"Waspadai juga objek yang berisiko tinggi menimbulkan bencana dari angin kencang seperti pohon-pohon rindang ataupun bangunan-bangunan yang tidak kokoh," jelas Yudha Nugraha. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/cuaca-ekstrem-di-medan_20160926_234650.jpg)