Breaking News:

Terduga Pengedar Narkoba Diringkus di Pariaman Setelah 8 Bulan Jadi Buronan

Seorang daftar pencarian orang (DPO) berinisial RN yang sempat buron selama delapan bulan akhirnya diringkus

Tribunnews
ILUSTRASI 

Seorang DPO, Terduga Pengedar Ganja Diringkus Setelah 8 Bulan Buron

Laporan wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Seorang daftar pencarian orang (DPO) berinisial RN yang sempat buron selama delapan bulan akhirnya diringkus di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (16/6/2019) pukul17.30 WIB,

Identifikasi kepolisian menyebutkan RN merupakan seorang pengangguran , seorang warga bermukim di salah satu rumah di Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumbar.

Kapolres Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho mengatakan bahwa kronologis kejadian berawal berdasarkan informasi dari warga masyarakat tentang RN hasil tangkapan Satresnarkoba Polres Padang Pariaman yang melarikan diri pada 18 Oktober 2018 saat berada di Kota Pariaman.

"Pada hari ini (Minggu 16/6/2019 kemarin-red) tim Opsnal Kilat Satresnarkoba Polres Padang Pariaman melakukan penyelidikan di Kota Pariaman. Dan, sekira pukul 17.30 WIB tim Opsnal Kilat Satresnarkoba Polres Padang Pariaman melihat RN di Jati, Kecamatan Pariaman Tengah, sedang berboncengan dengan temannya di atas motor," kata AKBP Rizki Nugroho kepada TribunPadang.com, Minggu (16/6/2019).

AKBP Rizki Nugroho menjelaskan bahwa tim Opsnal Kilat Satresnarkoba Polres Padang Pariaman langsung mengejar Rezky kemudian mengamankannya di tepi jalan.

"RN merupakan salah satu terduga pengedar narkoba di wilayah Padang Pariaman. Selanjutnya, RN dibawa ke Polres Padang Pariaman guna proses selanjutnya," ujar AKBP Rizki Nugroho.

AKBP Rizki Nugroho mengatakan bersyukur, karena Polres Padang Pariaman telah berhasil menangkap satu DPO, yang buron semenjak tanggal 18 Oktober 2018.

"RN merupakan salah satu pengedar narkoba yang dikenal lihai mengelabui petugas, sehingga Polres Padang Pariaman fokus untuk mengantisipasi keberadaan yang bersangkutan, khususnya di waktu-waktu tertentu," kata AKBP Rizki Nugroho.

Sejauh ini pihak Polres Padang Pariaman fokus untuk dapat membongkar jaringan narkoba lainnya, yang masih berada di sekitar wilayah hukum Polres Padang Pariaman.

AKBP Rizki Nugroho menjelaskan, bahwa pasal yang dikenakan yaitu Pasal 111, 112, 113, 114 jo 132 adalah pasal hukuman yang dapat diterapkan atau dikenakan bagi pihak yang memiliki Narkotika untuk mengedarkan, menjual atau pihak yang menjadi kurir.

"Hukuman penjara pada Pasal 111, 112, 113, 114 minimal 4 tahun dan maksimal hukuman mati," tutup AKBP Rizki Nugroho.

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved